Kades Jenar Sragen Minta Maaf, Polisi Tetap Lanjutkan Penyelidikan Kasus Baliho Maki-Maki Pejabat

Satreskim Polres Sragen telah memeriksa lima saksi terkait pemasangan baliho mengandung kalimat zaman PKI lebih enak daripada zaman setelah reformasi.

 Kepala Desa (Kades) Jenar, Kecamatan Jenar, Samto, meminta maaf terkait baliho makian untuk pejabat. (istimewa)

SOLOPOS.COM - Kepala Desa (Kades) Jenar, Kecamatan Jenar, Samto, meminta maaf terkait baliho makian untuk pejabat. (istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Permintaan maaf yang disampaikan Kepala Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen, Samto, atas pemasangan baliho berisi makian kepada pemerintah ternyata tidak membuat polisi menghentikan penyelidikan.

“Tidak [dihentikan]. Tetap dilanjutkan,” tegas Kapolres Sragen, AKPB Yuswanto Ardi, dalam pesan singkat yang diterima Solopos.com, Jumat (16/7/2021).

Senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Guruh Bagus Edi Suryana. Menurutnya, proses penyelidikan dugaan kasus ujaran kebencian kepada pemerintah yang disampaikan melalui baliho itu masih berlanjut.

Baca juga: Kasus Baliho Kontroversial, Bupati Sragen Pastikan Kades Jenar Dapat Sanksi

“Sudah ada lima saksi yang kita periksa. Masih kita dalami. Nanti kami juga akan berkoordinasi dengan Pemda karena mereka juga membentuk tim investigasi,” jelas Kasat Reskrim.

Luapan Emosi Sesaat

Sebelumnya, Kepala Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Samto, akhirnya meminta maaf kepada publik Sragen dan warga negara Indonesia pada umumnya.

Baca juga: Diapit Polisi dan TNI, Kades Jenar Sragen Akhirnya Minta Maaf

Permintaan maaf itu disampaikan setelah ia menghebohkan publik Sragen dengan nekat memasang baliho berisi cacian dan makian kepada pejabat yang dianggap tidak berpihak kepada warga terkait kebijakan penanggulangan Covid-19.

Permintaan maaf kepada publik itu disampaikan Samto secara terbuka di Mapolsek Jenar, Kamis (15/7/2021) siang. Dalam video yang diterima Solopos.com, Samto diapit oleh tiga aparat polisi, dua aparat TNI, petugas Trantib dan Camat Jenar, Edi Widodo.

“Assalamualaikum. Saya nama Samto, Kades Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Atas adanya baliho yang menyudutkan pemerintah yang saya pasang kemarin, hari Rabu, tanggal 14 Juli 2021 jam 16.00 WIB sore. Pada hari ini, Kamis 15 Juli 2021, saya dengan penuh kesadaran memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, terutama Muspika Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen dan seluruh warga negara Indonesia,” kata Samto dalam video itu.

Baca juga: Maskermu Melindungiku, Gerakan Memakai Masker Dobel Bergema dari Sragen

Samto mengaku spontan membuat baliho itu sebagai luapan emosi sesaat. Setelah kejadian itu, Samto berjanji akan mendukung program pemerintah dalam menanggulangi persebaran Covid-19.

“Baliho itu saya buat dengan spontan dan emosi sesaat. Selanjutnya, saya mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Wassalamualaikum,” tutup Samto.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Disambut Selvi Ananda, BKKBN Jateng Apresiasi Kampung KB Solo

BKKBN menilai keberadaan kampung KB termasuk di Kota Solo, strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

Lagi, Kawanan Kera Liar Serbu Kampung, Kali Ini di Mojolaban Sukoharjo

Tidak hanya di Kebakkramat, Karanganyar, kawanan kera liar juga menyerbu Dusun Jatiteken, Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Desa Karangmojo Masih Kekeringan, Satlantas Sukoharjo Kirim Air Bersih

Satlantas Polres Sukoharjo membantu masyarakat dengan mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah selatan Sukoharjo Sabtu (23/10/2021).

Maulid Nabi Muhammad, Syariah Hotel Solo Gelar Kajian Karyawan

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh tepat pada Selasa (19/10/2021), manajemen Syariah Hotel Solo melaksanakan kegiatan kajian karyawan.

Tanpa Penata Busana Pribadi, Ini Rahasia Cantik Selvi Ananda

Gaya busana Selvi Ananda selalu match dan terlihat anggun meskipun menggunakan aksesoris yang terkesan sederhana.

Waspadai Covid-19 Gelombang ke-3, Reisa Gencarkan 3M dan 3T di Solo

Pemerintah mulai gencar menggalakkan disiplin 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) serta 3T (tracing, testing, treatment) jelang libur panjang Natal dan tahun baru.

Pemkab Klaten Gandeng Tokoh Agama untuk Serukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menyadari besarnya pengaruh tokoh agama kepada masyarakat.

Bersarung, Berpeci, Pakai Koko Putih, Gibran Peringati Hari Santri

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memimpin upacara peringatan HSN di Plaza Balai Kota, Jumat (22/10/2021) mengenakan sarung, peci, dan baju koko warna putih.

Sebut Seniman Daerah Pakai Ngisor Pring, Dalang Ini Minta Solusi

Seniman Solo mulai menggelar pentas langsung menyusul pelonggaran PPKM di Kota Solo, tetapi itu tidak berlaku bagi seniman ngisor pring di daerah yang masih level 3.

Cerita Rudy Eks Wali Kota Solo, Ibunya Terjerat Utang Rentenir!

Eks Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memiliki pengalaman yang tak enak soal rentenir. Dia mengaku ibunya melarat karena terjerat utang kepada rentenir.

Banyak Warga Solo Terjerat Pinjol Ngadu ke Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku ditemui banyak warga Solo di rumahnya beberapa bulan terakhir.

4 Seniman Solo Ini Pernah Raih AMI Awards, 2 Orang Sudah Meninggal

Sejumlah seniman di Kota Solo pernah memenangi AMI Awards selama kurun waktu 18 tahun terakhir, dua seniman di antara sudah meninggal.

2 Penyanyi, 3 Musikus dari Solo Masuk Nominasi AMI Awards 2021

Dua penyanyi dan tiga musikus Solo, yaitu Sruti Respati, Nuca, dan Aditya Ong Trio masuk nominasi AMI Awards 2021 yang diumumkan Senin (18/10/2021).

Konsleting AC, Ruang di Kantor Jasa Sih Wiryadi Terbakar

Kebakaran terjadi salah satu ruang di Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan di pinggir Jl. Ki Mangun Sarkoro Nomor 55 Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari, Solo.

Di Jogonalan Klaten Ada 5 Kerbau Bule, Jadi Tontonan Gratis Warga

Wiyono, 70, warga Dukuh Dompyongan, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, memiliki lima kerbau bule di kandang kerbaunya, sejak lebih dari tiga dekade terakhir.