Kades di Sukoharjo Enggan Minta Pendampingan Dana Desa

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SUKOHARJO — Ratusan kepala desa (kades) di Sukoharjo enggan mengajukan permohonan pendampingan pengelolaan dana desa kepada Tim Pengawal Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Sukoharjo. Padahal, dana desa yang digulirkan pemerintah itu rawan penyimpangan maupun kesalahan administrasi.

TP4D bentukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo telah menyosialisasikan bantuan pendampingan pengelolaan dana desa lepada para kades pada Agustus 2017. Pengelolaan dana desa dinilai rawan terjadi penyimpangan maupun kesalahan administrasi. Terlebih, nominal dana desa ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) di masing-masing desa lebih dari Rp1,5 miliar.

“Hingga sekarang, belum ada kades atau perangkat desa yang mengajukan permohonan pendampingan pengelolaan dana desa. Bantuan pendampingan pengelolaan dana desa tak dipungut biaya alias gratis,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Sukoharjo, Yohanes Kardinto, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Kamis (12/4/2018).

Yohanes tak mengetahui alasan para kades enggan mengajukan permohonan pendampingan pengelolaan dana desa kepada TP4D Kejari Sukoharjo. Padahal, tim itu mengedepankan pencegahan agar tak terjadi penyelewengan dana maupun kesalahan administrasi.

Menurut Yohanes, TP4D tak bisa bekerja mendampingi pengelolaan dana desa apabila tidak ada surat permohonan yang diajukan kades. “Kami memprioritaskan pencegahan terhadap hal-hal yang berpotensi terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam pengelolaan dana desa,” ujar dia.

Bantuan dana desa itu bersumber dari APBN. Karena itu, pemerintah desa bisa mengajukan permohonan kepada TP4D Kejaksaan untuk mengawal pengerjaan kegiatan fisik di masing-masing desa.

Hal serupa dilakukan saat mengawal dan mendampingi pengerjaan dua proyek yakni pembangunan Masjid Agung Baiturrahman dan Jembatan Jembatan Lengking di Kecamatan Bulu pada 2017. “Ada permohonan pendampingan pengerjaan proyek pembangunan gedung baru DPRD Sukoharjo di Kelurahan Mandan, Kecamatan Sukoharjo, pada 2018.”

Sementara itu, Kepala Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Joko Tanyono, mengatakan tengah mengebut penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Desa sebagai syarat pencairan dana desa tahap I. Joko bakal berkonsultasi dengan Bagian Pemerintah Desa Setda Sukoharjo apabila penyusunan APB Desa telah rampung.

Tak menutup kemungkinan, Joko bakal mengajukan permohonan pendampingan ke TP4D Sukoharjo agar pengelolaan dana desa lebih maksimal dan akuntabel.



Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Mudah Kok, Ini 6 Cara Mendapatkan Uang dari Tiktok

Tidak hanya untuk iseng atau bersenang-senang, aplikasi populer Tiktok dengan durasi video pendek ini juga bisa menghasilkan uang secara online.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Persis Solo Jadi Tim Unggulan Liga 2, Rival Punya Motivasi Tambahan

Atta Halilintar menegaskan timnya tetap optimistis meski berada di Grup C yang notabene grup neraka.

Pengumuman! PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya

Program PLN yang menawarkan diskon tambah daya kepada para pelanggannya ini diluncurkan untuk menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Haduh! Dua Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Kok Bisa Sih?

Waduh seorang suami di Malaysia harus dilarikan ke rumah sakit karena alat kelami atau penisnya tersangkut dua buah cincin.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.