Tersangka kasus dugaan pelanggaran Pemilu yang juga Kades Dawuhan, Maryono, dibawa ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun untuk proses pelimpahan tahap kedua, Rabu (20/2/2019). (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Berkas kasus pelanggaran Pemilu yang dilakukan Kepala Desa Dawuhan, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Maryono, akan segera dikirim ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Madiun. Senin (25/2/2019) pekan depan diperkirakan kasus ini disidangkan di PN.

Tersangka kasus pelanggaran Pemilu diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Rabu (20/2/2019). Setelah dilimpahkan, tersangka kemudian dikembalikan pulang.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Madiun, Toto Harmiko, mengatakan pelimpahan tahap kedua berupa penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepolisian ke Kejari Kabupaten Madiun telah dilakukan, Rabu (20/2/2019). Setelah pelimpahan ini, berkas kasus tersebut akan dilimpahkan ke PN pada Jumat (22/2/2019).

Sidang perdana kasus Pemilu ini diperkirakan akan berlangsung pada Senin (25/2/2019). "Nunggu jadwal sidang dulu. Kemungkinan Senin sudah mulai disidang," kata dia kepada wartawan. (baca pula: Kades di Madiun Terancam Dibui karena Ajak Dukung Caleg)

Tersangka didatangkan ke Kejari untuk mencocokkan identitas tersangka sesuai berkas perkara. Seluruh barang bukti juga telah diserahkan ke Kejari.

"Tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya kan maksimal 1 tahun penjara. Setelah tahap pelimpahan ini langsung dipulangkan," jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Maryono, Kepala Desa Dawuhan, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Madiun, karena diduga mendukung dan mengampanyekan calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Madiun dan Caleg DPR RI.

Kades Dawuhan mengkampanyekan caleg itu saat kegiatan rutin kelompok wanita tani di desa setempat pada pertengahan Januari 2019. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten