Tutup Iklan

Kades di Boyolali Tak Antusias dengan Isu Gaji Setara PNS IIA, Ini Alasannya

Sejumlah kepala desa di Boyolali tidak antusias menyikapi isu penyetaraan gaji perangkat desa dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).nPerbincangan seputar gaji itu tidak berembus kencang di desa-desa di Boyolali. Sejumlah kepala desa justru menyatakan gaji kepala desa saat ini lebih tinggi dibandingkan PNS golongan IIA.

Kades di Boyolali Tak Antusias dengan Isu Gaji Setara PNS IIA, Ini Alasannya

SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika bertemu ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019). Presiden mengatakan gaji perangkat desa akan disetarakan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) golongan IIA dengan memperhatikan masa kerja. (Antara)

Solopos.com, BOYOLALI—Sejumlah kepala desa di Boyolali tidak antusias menyikapi isu penyetaraan gaji perangkat desa dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Perbincangan seputar gaji itu tidak berembus kencang di desa-desa di Boyolali. Sejumlah kepala desa justru menyatakan gaji kepala desa saat ini lebih tinggi dibandingkan PNS golongan IIA.

Kepala Desa Sawahan Ngemplak, Poniman, mendengar kabar penyetaraan gaji gaji itu lewat pemberitaan media massa. Namun, hingga kini dia belum mendapatkan keterangan resmi perihal nominal gaji untuk tahun 2019. “Entah itu setara PNS IIA atau tidak belum ada pemberitahuan resmi,” ujar Poniman, saat ditemui Solopos.com, di kantornya, Senin (28/1/2019).

Seperti diberitakan, pemerintah akan menyetarakan gaji perangkat desa dengan PNS golongan IIA dengan mempertimbangkan masa kerja. Namun teknis hitung-hitungan nilai gaji dengan mempertimbangkan masa kerja sampai saat ini juga belum jelas.

Gaji PNS golongan IIA saat ini untuk masa kerja 0 tahun senilai Rp1,9 juta. Direncanakan tahun ini gaji PNS naik 5% sehingga akan menjadi Rp2 juta. Merujuk pada gaji 2018 lalu, sebagai kepala desa dirinya mendapatkan gaji sekitar Rp3,1 juta per bulan. Sekretaris desa digaji Rp2,3 juta per bulan, serta kepala dusun (kadus) dan kepala urusan (kaur) dan perangkat desa digaji dengan Rp1,8 juta per bulan.

Gaji tersebut diambilkan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang didapatkan Desa Sawahan. Sebagai informasi, 2018 lalu Desa Sawahan mendapatkan ADD senilai Rp444 juta. Uang tersebut dikelola untuk membayar gaji serta keperluan administrasi desa. Tahun ini, imbuh Poniman, jumlah nominal ADD diperkirakan tak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya.

Gaji tersebut merupakan gaji pokok dan belum ditambah dengan tunjangan yang berasal dari tanah kas desa. Hanya saja, imbuh Poniman, gaji pokok akan dibayarkan tiap periode turunnya ADD. “Jadi tidak pasti diberikan tiap bulan,” imbuh dia. Sementara itu, di tahun 2019 perangkat Desa Sawahan belum menerima gaji maupun tunjangan.

Terpisah Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Simo sekaligus Kepala Desa Pelem, Subeno, menuturkan jika tahun ini gaji kades disetarakan dengan PNS golongan IIA, justru nilai gaji yang bakal diterima menjadi lebih sedikit ketimbang tahun lalu.

Subeno mengatakan tahun lalu dirinya mendapatkan gaji pokok sekitar Rp3,1 juta. Namun di tahun ini keputusan nominal gaji belum diterimanya.

“Karena ada pergantian Badan Permusyawaratan Desa jadi harus mengganti sejumlah syarat,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.