Warga melintasi jalan di Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Minggu (6/10/2019). (Solopos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan keluarga warga Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, terpaksa mengungsi untuk menghindari asap.

Pantauan Solopos.com, Minggu (6/10/2019) pukul 08.30 WIB, asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, mengarah ke utara.

Salah satu warga Sulurejo, Miati, mengatakan asap muncul sejak Selasa (24/9/2019) ketika terjadi kebakaran pada TPA Putri Cempo. Asap masuk rumah warga dan mengganggu pernapasan.

“Kebakaran Agustus lalu membuat asap terlihat pada pagi dan menjelang magrib saja tapi kali ini sepanjang hari. Asap pedas di mata dan mengganggu pernapasan karena bercampur dengan abu,” katanya saat ditemui Solopos.com di dusunnya.

Baca juga: Asap Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Ganggu Warga Plesungan Karanganyar

Miati menjelaskan anak perempuannya, Safitri, bersama cucu yang berusia kurang dari tiga tahun mengungsi ke rumah kerabat di Gandekan, Jebres, Solo. Ia belum mendapat bantuan masker dari pihak mana pun.

Warga lainnya, Ambar Sari, 28, menjelaskan ayah mertuanya, Kasiyo, 56, mengalami sesak napas dan dilarikan ke klinik kesehatan di Mojosongo Kamis (3/10/2019). Kasiyo diminta rawat inap tetapi keluarga memilih rawat jalan karena tidak ada biaya.

“Dokter bilang sesak napas karena banyak menghirup asap. Asap juga membuat tenggorokan sakit,” ungkapnya.

Ambar menjelaskan lima anggota keluarganya mengungsi ke Dusun Sulurejo yang dekat ringroad untuk menghindari asap. Jumlah anggota keluarganya yang ikut mengungsi sebanyak 20 orang.

“Banyak yang mengungsi. Mereka yang bertahan para bapak-bapak. Saya kasihan dengan anak saya yang baru berusia enam bulan. Ia sering batuk dan muntah-muntah,” ungkapnya.

Baca juga: Siswa SDN 02 Plesungan Karanganyar Pulang Lebih Awal Gara-Gara Asap

Ketua RW 009, Sri Widodo, mengatakan lebih dari 1.000 jiwa terdampak asap akibat kebakaran TPA. Lebih dari 20 keluarga mengungsi ke berbagai daerah untuk menghindari asap. Mereka mengungsi ke Karangpandan, Karanganyar, dan Jebres, Solo.

“Ketika petang asap sangat pekat. Sabtu kemarin jarak pandang minim dan berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Widodo mengatakan salah satu warga, Samini, dirawat di ruang ICU RS dr. Oen Kandang Sapi, Solo. Samini mengalami sesak napas.

“Warga kesulitan beraktivitas. Lokasi TPA tidak satu daerah dengan Karanganyar tetapi dampaknya luas. Kami berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk mengecek kesehatan,” katanya.

Dia menjelaskan pada Sabtu malam ada bantuan 2.000 masker. Masker tersebut langsung dibagikan kepada warga RW 009.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten