Kawasan Jembatan Ampera di Sumatra Selatan diselimuti kabut asap. (Antara-Mushaful Imam)

Solopos.com, SOLO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak ke negara tetangga. BNPB menyampaikan kabut asap akibat karhutla di Kalimantan Barat terdeteksi menyebar ke perbatasan Indonesia-Malaysia.

Tetapi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan kabut asap tidak konstan masuk wilayah udara Malaysia atau Singapura akibat karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Sampai saat ini, karhutla masih terjadi di Sumatra. Sampai Senin (9/9/2019), ada sekitar 1.278 titik panas yang terpantau satelit.

Berdasarkan informasi di laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), asap terdeteksi di wilayah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Arah angin di Sumatra dan Kalimantan pada umumnya berembus dari tenggara-barat daya ke barat laut-timur laut.

Sementara arah sebaran asap di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, menyebar ke barat laut. Sampai saat ini, tidak terdeteksi adanya asap lintas batas atau transboundary haze dari Sumatra.

Meski demikian, karhutla di sejumlah wilayah Tanah Air masih membara. Lembaga Penerangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mendeteksi karhutla terparah di wilayah Kalimantan. Kabut asap di Borneo menyebabkan jarak pandang terbatas.

Sementara dikabarkan Detik, kabut asap yang menyelimuti wilayah Riau mengganggu aktivitas warga. Sejumlah sekolah di Pekanbaru, Riau, terpaksa diliburkan akibat tebalnya kabut asap. Bahkan, kabut asap karhutla ini juga sempat mengganggu penerbangan di Aceh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten