Sukarelawan Solo Peduli hendak mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Rabu (29/11/2017). (Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menetapkan status waspada banjir menyusul tingginya intensitas hujan yang diperkirakan terjadi hingga akhir bulan ini.

Surat Edaran (SE) terkait kerawanan bencana banjir telah dilayangkan Pemkab kepada seluruh kecamatan hingga desa/kelurahan rawan banjir. Dalam SE yang ditandatangani Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta kecamatan dan desa/kelurahan melakukan mitigasi bencana dan gerakan bersih-bersih sungai irigasi dan lainnya.

Demi Dukung Persis Solo Lawan Persebaya, Suporter Ini Rela Pulang dari Jepang

Selain itu mengidentifikasi tanggul kritis, serta meningkatkan kesiapsiagaan bencana banjir. “Dalam SE juga disampaikan agar masyarakat juga ikut melakukan antisipasi mengurangi risiko bencana,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Sri Maryanto, ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (12/1/2020).

Saat ini dia, mengatakan Pemkab Sukoharjo bersiaga menghadapi puncak musim penghujan. Daerah masuk peta rawan banjir mendapat perhatian khusus dalam penanggulangan bencana sepanjang Januari 2020 ini. Mengingat berdasarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKD) hujan di Wilayah Jawa Tengah pada umumnya akan terjadi hingga tiga bulan kedepan, atau sampai bulan Maret.

“Peringatan kewaspadaan telah disebar keseluruh pemangku wilayah hingga ke tingkat desa. Koordinasi dengan relawan tanggap bencana diintensifkan dan pemantauan tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo ditingkatkan,” kata dia.

Napi Kasus Pencurian Kabur dari Rutan Boyolali Saat Mengisi Bak Air

Sementara itu, salah seorang warga di bantaran Sungai Bengawan Solo, Susanto, menuturkan mulai menyimpan barang berharga seperti surat nikah, sertifikat tanah maupun surat penting lainnya mulai disimpan di lokasi aman dari banjir. “Surat-surat penting sudah ditaruh di atas lemari. Jadi kalau banjir tidak basah atau hilang,” katanya.

Dia menambahkan warga akan langsung mengungsi ke tempat aman jika banjir mulai melanda. Biasanya warga akan mengungsi di atas tanggul dengan membangun tenda-tenda darurat hingga banjir surut.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten