Bekas mes Ratna dan Wisma Lawu yang diratakan untuk perluasan lahan parkir mobil di Stasiun Solo Balapan, Kamis (5/12/2019). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, SOLO — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VI Yogyakarta tengah merampungkan proyek perluasan lahan parkir di Stasiun Balapan Solo. Adalah lahan parkir untuk mobil yang dikebut dengan target bisa digunakan saat momen Natal dan Tahun Baru. Hal ini lantaran biasanya terjadi lonjakan penumpang ketika libur Nataru.

Kepala Stasiun Solo Balapan, Suharyanto, mengatakan perluasan area parkir ini memang menjadi fokus utama KAI. Hal ini demi membuat pelayanan terhadap penumpang bisa semakin nyaman saat menggunakan kereta api.

“Target kami 20 Desember 2019 sudah bisa digunakan untuk parkir mobil. Lahannya sudah ada, tapi dulu ada bangunan yang digunakan untuk mess karyawan PT KAI. Bangunan diratakan untuk lahan parkir mobil,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Suharyanto menambahkan mes karyawan PT KAI yang diratakan untuk lahan parkir adalah mes Ratna dan Wisma Lawu yang berada di sebelah selatan Stasiun Balapan. Adapun mes karyawan direlokasi ke Stasiun Purwosari. Kini di lahan untuk parkir tersebut menyisakan rumah dinas untuk kepala stasiun Solo Balapan.

Luas area bekas mes ini kurang lebih 970 meter persegi. Jika ditambah dengan area parkir lama, lahan bisa mencapai 13.300 meter persegi. Menurutnya, nantinya setelah perluasan area parkir, bisa menampung sebanyak 150 mobil.

Di sisi lain, tahun depan pihaknya bakal memperluas lagi sisi parkir sebelah barat. Bahkan, parkir untuk motor khususnya rencana dibangun double decker seperti di Stasiun Purwosari. Dengan begitu, area ini bisa menampung motor lebih banyak lagi. Kini daya tampung motor sekitar 2.000-an unit.

“Bisa dilihat sendiri kondisi saat ini penumpang banyak kesulitan memarkir kendaraannya jika ke Stasiun Balapan, khususnya mobil. Mobil yang hanya tertampung dalam jumlah sedikit karena sempitnya tempat parkir,” imbuhnya.

Seperti diketahui, tarif parkir Stasiun Solo Balapan memakai tarif progresif. Tarif parkir sepeda motor ditetapkan Rp2.000 untuk dua jam pertama. Kenaikan setiap jam berikutnya akan dihitung Rp1.000 sampai batas maksimal Rp5.000. Jika menginap untuk motor dikenai Rp10.000 per malam. Sementara untuk mobil Rp3.000 dan dikenakan per jam Rp1.000 sampai batas maksimal Rp10.000 serta menginap Rp20.000 per malam.

Salah satu warga pengguna kereta api, Yuniasari, mengapresiasi langkah PT KAI untuk memperluas lahan untuk parkir kendaraan. Karyawan swasta asal Cilacap ini kerap kehabisan tempat parkir jika hendak mudik menggunakan kereta api.

“Khususnya saat libur panjang itu, parkiran penuh sekali. Saya sampai harus parkir di luar. Semoga segera diperluas sehingga kami para pengguna kereta api semakin nyaman,” jelasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten