Tutup Iklan
Ilustrasi KRL/JIBI-Bisnis.com-Himawan L. Nugraha

Solopos.com, JOGJA — Sarana transportasi massal masyarakat Solo dan Jogja ke depan kian lengkap. Pihak Kementerian Perhubungan (Kemnehub) menyatakan kereta rel listrik (KRL) Solo-Jogja-Kutoarjo akan beroperasi pada 2020 mendatang.

Situs LPSE Kemenhub, Minggu (18/8/2019), menyebut Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Tengah mulai melelang konstruksi pembangunan Listrik Aliran Atas (LAA) untuk relasi Jogja-Solo. Tender tersebut merupakan tender ulang karena sebelumnya sudah ditawarkan.

Sebagai infromasi, rencana pembangunan LAA tersebut terbagi dalam 13 paket. Paket yang ditawarkan mulai pembangunan LAA dari km 107 hingga km 154 untuk -bahn-busway-bakal-mengaspal-di-solo" title="O-Bahn Busway Bakal Mengaspal di Solo?">relasi Jogja-Solo. Nilai paket yang ditawarkan bervariasi antara Rp36 miliar hingga Rp53 miliar.

Kepala Humas Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan mengatakan penyediaan jaringan LAA merupakan komponen utama yang harus diselesaikan.

“KRL Jogja-Solo dijadwalkan beroperasi akhir 2020. Mohon doa dan dukungannya,” kata Hengki, Minggu kemarin.

Namun Hengki belum bisa membeberkan detail rencana -bermasalah-railbus-batara-kresna-dikandangkan-sementara" title="Roda Bermasalah, Railbus Batara Kresna Dikandangkan Sementara">pembangunan LAA tersebut. Dia hanya  meminta dukungan semua pihak agar proses lelang bisa berjalan lancar.

Terpisah, Deputi EVP Daops 6 Sugiyono mengatakan proyek KRL perseroan menunggu perintah untuk mengoperasikan KRL tersebut. “Kami memang melakukan pendampingan saat survei lokasi termasuk saat menfasilitasi titik lokasi,” katanya.

Namun, menurut Sugiyono, belum ada pembahasan soal detail engineering desain (DED) terkait rencana -anjlok-akibat-tertimpa-tiang-listrik-pln-bukan-tiang-kami" title="KRL Anjlok Akibat Tertimpa Tiang Listrik, PLN: Bukan Tiang Kami">operasional KRL relasi Jogja-Solo. Jalur KRL direncanakan lebih panjang tidak hanya melaju dari Solo ke Jogja.

“Ada rencana dari Jebres [Solo] hingga Kebumen. Tetapi kami belum ada pembicaraan basic design operasinya, apalagi DED-nya. Baru selesai tahap survei,” kata Sugiyono.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro mengatakan moda transportasi KRL diharapkan segera terealisasi seiring semakin padatnya lalu lintas di DIY.

Tak hanya mempersiapkan moda transportasi KRL, PT KAI juga masih menunggu pengoperasian Stasiun Kedundang sebagai stasiun untuk menghubungkan langsung KA Bandara dengan YIA. Stasiun Kedundang yang berlokasi di Kulonprogo ini dinilai strategis untuk mengoneksikan Kereta Api Bandara dari Stasiun Tugu menuju Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airpor (YIA)t.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten