Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Susanto meninggal dunia di rumahnya.

 Kades Gladagsari, Edy Susanto meninggal dunia.

SOLOPOS.COM - Kades Gladagsari, Edy Susanto meninggal dunia.

Solopos.com, BOYOLALI–Kepala Desa (Kades) Gladagsari, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali, Edy Suryanto, meninggal dunia di rumahnya Dukuh Getasari, RT 02 RW 01, Desa Gladagsari pada Selasa (9/8/2022) sekitar pukul 06.00 WIB.

Edy Suryanto meninggal dunia pada usia 47 tahun.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pengurus Perpustakaan Desa (Perpusdes) Gladagsari, Daryati, mengungkapkan Edy Suryanto, sudah sekitar dua pekan pulang dari rumah sakit di Solo setelah mendapatkan tindakan pengambilan cairan di paru-paru.

Daryati juga mengungkapkan Edy Suryanto baru saja aktif masuk kantor setelah dari rumah sakit sekitar sepekan ini.

Baca Juga: Wow! Petani Tembakau Boyolali Berhaji hingga Beli Mobil Sekali Panen

“Kemarin masih ngasih sambutan di acara Musdes [Musyawarah Desa]. Beliau sudah jadi Kades sejak 2007, sebenarnya periode Pak Kades selesai di 2024,” kata Daryati saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Daryati menjelaskan Edy Suryanto adalah Kades yang berdedikasi bagi Desa Gladagsari sehingga ia terpilih kembali.

Sebelum menjadi Kades, Edy Suryanto adalah seorang pebisnis. Mulai dari bisnis daging sapi, toko kelontong, dan bisnis lainnya.

“Karena keinginannya membangun Gladagsari, akhirnya dia ikut pemilihan Kades,” kata dia.

Baca Juga: Kamu Tinggal di Boyolali? Cek Dulu, Camat di Tempatmu Ganti atau Tidak

Ia mengatakan Edy sangat mendukung program-program pemberdayaan di Gladagsari, beberapa di antaranya terkait perpustakaan desa dan pemberdayaan disabilitas.

Berkat dukungan Edy, lanjut Daryati, Perpusdes Gladagsari dapat menjadi salah satu Perpustakaan Desa Terbaik di Ajang PLM Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Pak Kades juga sering mengeluarkan uang pribadi untuk membantu warga seperti pas Covid-19 kemarin, terus juga mempekerjakan disabilitas di Gladagsari,” kata dia.

Sementara itu, salah satu warga Gladagsari, Wahyu Puji Lestari, mengungkapkan semasa hidup Edy Suryanto memiliki kepribadian yang baik.

Baca Juga: Vaksinasi Anak di Boyolali Ditarget Kelar Pertengahan Januari

“Pak Kades orang baik, saya sebagai penyandang disabilitas sempat ditolak kerja di mana-mana, susah dapat pekerjaan, tapi dengan keterbatasan saja, saya tetap diterima bekerja di tempat usahanya,” kata dia.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, jenazah Kades Edy Suryanto akan dikebumikan di Makam Cungkup, Dukuh Pengulon, Desa/Kecamatan Gladagsadi, pada Selasa siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Catat Ya! Grebeg Mulud - Kirab Gunungan Sekaten Solo Digelar Sabtu 8 Oktober

      Grebeg Mulud dengan kirab gunungan Sekaten dari Keraton Solo menuju Masjid Agung akan dilangsungkan pada Sabtu (8/10/2022).

      Dipuji Iriana Jokowi, Ini Sejarah Lahirnya Batik Kliwonan Sragen

      Kemunculan perajin batik di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sragen dimulai di tahun 1990-an. Kemudian menyebar ke Desa Pilang.

      Kiai Mojo, Panglima Perang Andalan Pangeran Diponegoro yang Diasingkan

      Nama Kiai Mojo memang sudah tidak asing di Solo. Walau makamnya berada di Minahasa, Sulawesi Utara, Kiai Mojo sejatinya punya ikatan kuat dengan Kota Solo.

      Cerita Yayasan Pendidikan di Boyolali 33 Tahun Mengurusi Difabel hingga Mandiri

      Yayasan Pendidikan Anak Luar Biasa (YPALB) di Cepogo, Boyolali, berulang tahun ke-33.

      Tahu Bikinan Warga Manyaran Wonogiri Ini Dipasarkan hingga Jakarta dan Lampung

      Suparti, warga Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri memproduksi tahu sejak puluhan tahun lalu.

      Libatkan Mahasiswa, UNS Solo Bentuk Panitia Penjaringan Calon Rektor 2023-2028

      Majelis Wali Amanah UNS Solo meluncurkan pembentukan panitia penjaringan dan penyaringan calon rektor periode 2023-2028.

      Evaluasi Penutupan Jembatan Mojo Sukoharjo: Hindari Lintasan Simpang Telukan

      Lalu lintas terpantau ramai lancar pada hari kedua penutupan Jembatan Mojo Sukoharjo

      Aset PT BPR Bank Sukoharjo Tumbuh Melesat, Lebih dari Rp43 Miliar dalam 4 Tahun

      Aset PT BPR Bank Sukoharjo tumbuh melesat selama empat tahun periode 2017-2021

      Jurug Solo Macet Lagi, Antrean Kendaraan Capai 1,2 Km hingga Koramil Jebres

      Arus lalu lintas di Jl Ir Sutami kawasan Jurug, Solo, macet dengan antrean kendaraan mengular sampai Koramil Jebres yang berjarak kurang lebih 1,2 km.

      Kafe Black Arion Ditutup, Manajemen Merasa Dirugikan Kades Gedongan Colomadu

      Pihak manajemen Kafe Black Arion menyebut Kades Gedongan sudah tahu tanahnya akan didirikan kafe, bukan restoran. Sementara Kades membantah.

      PT BPR Bank Sukoharjo Naikkan Plafon Kredit UMKM, Capai Rp50 Juta per Orang

      PT BPR Bank Sukoharjo meningkatkan plafon pinjaman bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga 100% untuk perorangan maupun kelompok.

      "Kiamat" di Inggris dan Harta Karun Aspal Alam dari Indonesia

      Penurunan nilai poundsterling hingga level terendah dan meningkatnya inflasi pada saat ini menandakan Inggris sudah berada di ambang resesi kembali. Sebagai negara maju, Inggris seakan tak punya daya untuk menghindar dari jurang resesi.

      Sistem Green House, BUM Desa Bogem Klaten Panen Geden Melon Golden

      Pemerintah Desa Bogem, Kecamatan Bayat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) membikin green house untuk budi daya melon.

      Harga BBM Naik, Anggaran Dropping Air Bersih di Klaten Berpotensi Membengkak

      BPBD Klaten mengoperasikan lima truk tangki untuk penyaluran bantuan air bersih.

      KTNA Sragen Sesalkan Lemahnya Perhatian Pemerintah untuk Petani

      KTNA Sragen menyebut perhatian pemerintah terhadap pertanian sangat lemah. Jangan heran bila kaum millenial eggan terjun di sektor pertanian.