Kabar Duka: Buyunk Rachmansyah MC Kondang Solo, Hatinya Seluas Samudra
Buyunk Rachmansyah (Facebook-Buyunk Rachmansyah)

Solopos.com, SOLO – Master of ceremonies (MC) kondang Solo, Buyunk Rachmansyah mengembuskan napas terakhir Rabu (30/5/2018) pagi. Buyunk meninggal karena sakit setelah 13 hari dirawat di rumah sakit Solo.

Di mata sahabatnya, Buyunk dikenal sebagai sosok guru, baik hati dan ngayomi. General Manager The Sunan Hotel, Retno Wulandari, mengenal Buyunk sejak di banngku kuliah. Rasa dukanya diungkapkan dalam postingan di akun Facebooknya. Retno mengenal Buyunk sejak duduk di bangku kuliah. Menurutnya, hati Buyunk seluas samudra.

“Uyung, demikian aku sering memanggil almarhum. Mengenalnya sejak upacara penerimaan mahasiswa baru di UNS Solo tepatnya tahun 88. Uyung berada dibarisan paling seru bersama teman teman FISIP kala itu. Sementara aku dari Fakultas Hukum. Sejak itu meski beda fakultas kami berteman baik, pribadi yg hangat dan selalu membuat orang lain senang. Kalo tak salah semester dua Uyung sudah mulai siaran di stasiun radio hits PTPN . Mengorbit Menjadi MC favorit & penyiar kondang tak lantas membuatnya tinggi hati. Tahun 1994 saya ketemu intens kembali setelah saya bekerja di dunia yang sering bersinggungan dengan pekerjaan Uyung sebagai MC. Setiap pagi uyung sering dateng ke kantor saya sembari memanggil setiap jajanan yg lewat di depan kantor. Seringkali uyung menyisihkan honor nya untuk mentraktir temen temennya. Begitulah Uyung yang hatinya seluas samudra, ceria dan suka memberi kesempatan kepada orang lain untuk berkembang. Semoga kamu tenang disisiNya sahabatku...”

Salah satu penyiar Radio PTPN Solo yang juga seorang pembawa acara Farhan. Ia merasa sangat kehilangan sosok bertangan dingin tersebut. Mendiang Buyunk selalu membantu orang lain untuk terjun ke dunia entertaint.

Termasuk dirinya yang kali pertama menjadi MC atas ajakan Buyunk. “Selalu membantu mengajari teman lainnya. Enggak pernah menggurui, kalau ngajari dengan cara menyenangkan sehingga enggak terasa sedang diajari,” kata Farhan saat diwawancara, Rabu.

Lebih dari itu, mendiang Buyunk juga dikenal sebagai sosok Sederhana yang tak pernah bicara muluk-muluk. Salah satu karakternya, kata Farhan, berhasil mengangkat hal sepele menjadi bahan lawakan yang membuat suasana cair.

Meski harus diingatkan soal disiplin waktu, ia mengenal mendiang Buyung sebagai MC yang sangat mumpuni. Hal sama juga disampaikan Sutradara Kethoprak Ngampung, Dwi Mustanto, 35. Ia kerap sepanggung dengan seniornya tersebut. Dwi yang lebih sering muncul di pentas kethoprak ini menyebut Buyunk sebagai mentor.

Menurutnya Buyung sangat mahir menghidupkan suasana. Kepiawaiannya berbicara di depan publik juga menjadi magnet tersendiri sehingga mampu menarik perhatian pengunjung acara. Dwi belajar banyak dari Buyung.

“Beliau [mendiang Buyung] itu entertainment sejati. Kalau sudah di panggung bisa menghidupkan suasana,” kata Dwi yang menyatakan sangat berduka atas kepergian sang mentor.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom