Kategori: Klaten

Kabar Baik! Zona Covid-19 di Klaten Turun ke Oranye


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN — Status zona risiko penularan Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun dari merah menjadi oranye. Zona oranye itu berarti Kabupaten Klaten berisiko sedang soal persebaran virus corona.

Koordinator Pusdalops Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan menurunnya zona risiko Covid-19 itu berdasarkan hasil penilaian mingguan.

Pada pekan lalu, zona risiko Klaten berwarna merah dengan angka reproduksi efektif  (Rt) Covid-19 di Klaten 1,2. Artinya, satu pasien Covid-19 bisa menularkan ke satu hingga dua orang lainnya.

Pasar Gemolong Sragen Kembali Buka, 40% Pedagang Masih Libur, Takut Kena Covid-19?

Pada pekan sebelumnya, zona risiko Covid-19 di Klaten berada pada warna merah atau risiko tinggi dengan angka Rt 2,2.

"Hasil penilaian terakhir zona di Klaten menurun menjadi oranye. Memang ada penambahan kasus tetapi tidak setinggi pekan sebelumnya," jelas Ronny saat ditemui wartawan di Pendopo Pemkab Klaten, Senin (27/7/2020).

Warna zona risiko penularan Covid-19 di Klaten selama ini naik-turun. Salah satunya lantaran penambahan jumlah pasien terkonfirmasi positif di Klaten setiap pekan juga naik-turun.

Lantaran hal itu, warga diminta tetap waspada terhadap persebaran Covid-19 meski saat ini warna zona risiko Covid-19 di Klaten turun menjadi oranye. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 mutlak dipatuhi.

Total Kasus

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB, jumlah total pasien terkonfirmasi positif di Klaten yang menjalani perawatan sebanyak 56 orang.

Ini Daftar Penghuni Baru Saham Acuan LQ45 dan IDX30, Sahamnya Bisa Dilirik

Mereka dari 14 kecamatan dari total 26 kecamatan yang ada di Klaten. Salah satu kecamatan yang terdapat warga terkonfirmasi positif yakni Prambanan dengan lima orang terkonfirmasi positif.

Camat Prambanan, Suhardi, menjelaskan sebanyak lima pasien terkonfirmasi positif asal Prambanan hingga Senin siang dilaporkan masih menjalani isolasi di rumah sakit. Sementara itu, ada belasan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah lantaran menunggu hasil tes swab.

"Dari satu kasus di salah satu desa, ada 12 orang yang menjalani tes swab dan hasilnya hingga siang ini belum keluar. Alhamdulillah semuanya patuh menjalani isolasi mandiri dengan tetap dipantau dari gugus tugas tingkat desa dan RW," kata Suhardi.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra