Tutup Iklan
Kabar Baik! Vaksin Covid-19 Bikinan Sinovac untuk Indonesia Ditargetkan Produksi Januari-April 2021
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengupdate perkembangan vaksin Covid-19 untuk Indonesia. Jokowi menargetkan vaksin Covid-19 untuk Indonesia diproduksi pada Januari-April 2021.

Terungkap! 25 Nakes RSUD dr Moewardi Solo Diduga Tertular Covid-19 Saat Pesta Wisuda

Jokowi menyebut pemerintah telah bekerjasama dengan perusahaan farmasi Sinovac. Saat ini, vaksin sedang berada di tahap uji klinis tahap ke-3.

"Kita bekerjasama, ada kerja sama dengan Sinovac, dan perusahaan lain, perkiraan kita akan masuk produksi kira-kira antara Januari-April tahun depan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (13/7/2020).

"Uji klinis kalau tidak salah sudah sampai uji ke-3, tapi perlu 6 bulan untuk uji terakhir, jadi kira-kira diproduksi Januari sampai April (2021)," tambah Presiden.

3 PPDP Pilkada Boyolali 2020 Positif Covid-19, KPU: Sudah Diganti!

Jokowi menyebut target produksi vaksin adalah sebanyak 347 juta. "Kebutuhan kita hitung 347 juta vaksin karena satu orang bisa tidak hanya sekali saja divaksin, karena orang yang sudah divaksin bisa mental lagi jadi harus divaksin lagi," ungkap Presiden.

Target Vaksin Covid-19 untuk Indonesia

Presiden Jokowi menargetkan pada 2021 dapat diproduksi 170 juta vaksin. "Nanti kelompok yang diprioritaskan untuk mendapat vaksin adalah bagi tenaga kesehatan dan kelompok rentan, dan wilayah merah," tambah Presiden.

Sebelumnya diberitakan PT Bio Farma (Persero) pada Juli 2020 mulai melakukan uji klinis ketiga vaksin Covid-19 bekerjasama dengan Sinovac Biotech Ltd, perusahaan bioteknologi asal China.

Ketua DPRD Rembang Putra Mbah Moen Meninggal Akibat Covid-19, Akses ke Ponpes Sarang Dibatasi

Sedangkan PT Kalbe Farma Tbk bekerja sama dengan perusahaan asal Korea Selatan, Genexine Inc. Kerja sama keduanya mulai memasuki tahap uji klinis.

"Kita kerja sama dengan Sinovac tapi pasti nanti dia (Sinovac) akan memberikan untuk rakyatnya dulu sebanyak 1,4 miliar (orang), berapa tahun akan selesai? Korea (Selatan) juga akan selesaikan dengan rakyatnya dulu baru diekspor oleh karena itu kita bekerjasama dengan beberapa negara agar produksi kita bisa cepat," jelas Presiden.

Apalagi Bio Farma diketahui sudah berpengalaman dengan vaksin polio. "Kita siapkan biofarma, dia pernah pengalaman polio. Kuncinya adalah vaksin dan mengerem agar Covid-19 tidak naik secara drastis," tegas Presiden.

Legislator Solo Meninggal karena Covid-19, Gedung DPRD Jateng Ditutup

Target Indonesia Sebelum Ada Vaksin Covid-19

Sebelum vaksin ditemukan, Presiden Jokowi menekankan untuk melakukan tes masif, "tracing" agresif dan "treatment" yang dilakukan dengan baik.

"Saat vaksinasi sudah dilakukan, baru bisa turun kalau sekarang adalah mencegah agar [kasus positif] kita tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang "positive ratenya", apalagi tes masif, tracing agresif, treatment yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum melakukan ini kita ingatkan," ungkap Presiden.

Vaksin perusahaan yang berbasis di Beijin itu diberi nama CoronaVac. Sinovac mengungkapkan bahwa vaksin yang diberikan telah menimbulkan respon kekebalan tubuh untuk percobaan pada manusia. Vaksin virus corona ini juga menunjukkan adanya perlawanan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus corona.

Boyolali Tambah Lagi 13 Kasus Baru Covid-19, Ini Persebarannya

Dikutip dari Times of India pada Senin (15/6/2020), Sinovac mengungkapkan vaksin Covid-19 belum menyebabkan efek samping yang parah dan lebih dari 90 persen orang yang diberi suntikan pada interval 14 hari telah menginduksi antibodi penawar dua minggu setelah inokulasi.

“Temuan awal berasal dari uji coba fase I dan II di China. Sebanyak 743 orang sehat berusia 18 hingga 59 baik menerima suntikan pada dua jadwal atau plasebo,” papar Sinovac.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho