Warga menghalau kambing yang masuk ruas jalan fungsional tol Solo-Ngawi kilometer 46 Padaplang, Sragen, Jawa Tengah, Kamis (22/6/2017). (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)

Solopos.com, SRAGEN — Kabar gembira bagi warga Sragen khususnya yang tinggal di wilayah timur seperti Gondang, Sambung dan Jenar. Tak lama lagi, interchange atau pintu tol akan dibangun di kawasan Sambungmacan untuk memudahkan warga sekitar mengakses jalur bebas hambatan itu.

Pada saat ini, warga di tiga kecamatan itu harus menempuh jarak sekitar 22 km untuk bisa sampai Pintu Tol Pungkruk. Jarak itu bisa ditempuh dalam kurun waktu antara 30-40 menit, tergantung tingkat kepadatan lalu lintas di jalur arteri.

Padahal, jalan tol Solo-Kertosono (Soker) sudah melintasi perbatasan Sambungmacan dan Gondang. Dengan adanya pintu tol Sambungmacan, warga bisa menghemat waktu dan jarak tempuh untuk mengakses jalur bebas hambatan itu.

“Pintu Tol Sambungmacan ditarget beroperasi pada akhir 2020. Jadi, proses pembangunannya akan dimulai pada awal 2020,” terang Manajer Operasional, PT Solo Ngawi Jaya (SNJ), Imam Zarkasi, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (3/12/2019).

Imam menjelaskan persiapan pembangunan Pintu Tol Sambungmacan baru memasuki tahap pembebasan lahan. Berdasar informasi terakhir yang diterimanya dua hari lalu, proses pembebasan lahan sudah mencapai sekitar 60%. Dia mengakui pada awalnya, Sragen didesain hanya memiliki satu pintu tol yang berlokasi di Pungkruk. Akan tetapi, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meminta satu pintu tol dibangun di wilayah Sambungmacan guna mendongkrak perekonomian di wilayah setempat.

“Bupati menginginkan pintu tol itu bisa menunjang zona industri di Sragen wilayah timur. Permintaan Bupati itu sudah disetujui pemerintah pusat. Sekarang sudah dalam proses pembebasan tanah dan persiapan lelang pembangunan fisik atau konstruksinya,” papar Imam Zarkasi.

Berdasar data yang dihimpun dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sragen, pengembangan proyek jalan tol Sragen-Ngawi membutuhkan lahan total seluas 18,08 hektare. Lahan seluas 18,08 ha itu terdiri atas 400 bidang tanah di sejumlah desa di Kecamatan Sambungmacan.

Sebanyak 11 hektare di antaranya disiapkan untuk membangun interchange Sambungmacan. Sisa lahan digunakan untuk perluasan rest area tipe B, penambahan fly over dan saluran air untuk keperluan irigasi pertanian.

“Sebagai warga Sragen di wilayah timur, saya sudah tidak sabar menanti Pintu Tol Sambungmacan dibangun. Sekarang kalau mau ke Solo, saya harus menempuh jarak sekitar 22 km dari rumah di Gondang menuju Pintu Tol Pungkruk dalam waktu antara 30-40 menit. Padahal, jarak Sragen-Solo via tol sepanjang 24 km saja bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit. Jadi, waktu perjalanan saya lebih lama di jalan Gondang-Sragen daripada Sragen-Solo via tol,” ucap Ahmadi, warga Gondang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten