Tutup Iklan -->
Kabar Baik! 11 Pasien Positif Corona di Jateng Sembuh
Ilustrasi tes virus corona atau Covid-19 (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Hingga Jumat (3/4/2020), tercatat ada 11 pasien positif corona di Jawa Tengah (Jateng) yang telah dinyatakan sembuh. Mereka dinyatakan sembuh setelah menjalani tes swab dua kali berurutan dengan hasil negatif.

Jumlah pasien sembuh di Jateng ini mengalami penambahan yang signifikan. Pasalnya, sehari sebelumnya, ada delapan pasien yang dinyatakan sembuh Covid-19. Dengan adanya tambahan tiga kasus sembuh ini, total pasien sembuh di Jateng berjumlah 11.

Bawa Mobil Sport, Kakek Asal Solo Ini Bagi-Bagi Beras & Uang di Tengah Wabah

Berdasarkan pantauan Solopos.com pada laman resmi milik Pemprov Jateng, Corona.jatengprov.go.id, pasien positif corona yang sembuh ini tersebar di berbagai wilayah pimpinan Ganjar Pranowo ini.

Dari 11 pasien terkonfirmasi sembuh itu, lima berasal dari RSU St. Elizabeth Semarang, empat dari RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, dan dua dari RSUD dr Moewardi Solo.

Presenter Insert Klarifikasi Ucapan Selamat Andrea Dian Positif

Dengan sembuhnya 11 pasien positif corona tersebut, total pasien yang masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Jateng adalah 85 orang. Adapun total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 114 orang.

18 Meninggal Dunia

Tak hanya pasien positif corona di Jateng yang dinyatakan sembuh, penambahan juga terjadi pada kasus positif Covid-19 yang meninggal dunia.

Ada penambahan sejumlah 11 orang sehingga total pasien yang meninggal dunia di Jateng ada 18 orang.

Cari Penghasilan Tambahan, Penggawa Persis Solo Ramai-Ramai Jadi Peternak Ikan

Sebanyak 18 kasus meninggal tersebut tersebar di berbagai rumah sakit di Jateng seperti berikut:

1. RSUD dr Moewardi Solo 4 orang
2. RSUP dr Kariadi Semarang 6 orang
3. RSU dr Soedjono Magelang 1 orang
4. RSUD Prof dr Margono Banyumas 1 orang
5. RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang 1 orang
6. RSU Telogorejo Semarang 2 orang
7. RSUD Kraton Pekalongan 1 orang
8. RSU Harapan Anda Tegal 1 orang
9. RSUD Cilacap 1 orang

Gubernur Ganjar Pranowo menjelaskan penambahan 11 kasus kematian baru ini bukan terjadi pada satu hari melainkan bersifat akumulatif.

"Bukan hari ini meninggal 11. Itu akumulasi sejak pertama sama yang kemarin. Sehingga kita yang sejak pertama mencatat, tiba-tiba ada angka 11 yang dimasukkan. Kita juga kaget tadi membacanya. Maka setelah di-clearance tidak ada. Itu akumulatif," terang Ganjar kepada Semarangpos.com, Jumat.

350.000 Pelanggan PLN Solo Bakal Nikmati Listrik Gratis dan Diskon 50%

Dengan bertambahnya kasus meninggal dunia ini, membuat rasio kematian pasien positif corona di Jateng merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa. Adapun rasio kematiannya sebesar 15,79 persen.

Di bawah Jateng, rasio kematian tertinggi kedua ada di Jawa Barat dan DI Yogyakarta, yakni 11,11%. Disusul DKI Jakarta (9,27%), Banten (8,24%), dan Jawa Timur (7,10%).


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho