Tutup Iklan
Ilustrasi kecelakaan kereta api.(phoenixsum.co.za)

Solopos.com, NGANJUK -- Kecelakaan melibatkan mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1388 UFK dengan Kereta Api Ranggajati jurusan Cirebon-Surabaya terjadi di perlintasan tanpa palang pintu, Desa Pasehrut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (24/10/2018).

Salah satu penumpang Avanza, Suwito, 68, warga Kelurahan Gunung Kidul, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. meninggal dunia dalam kecelakaan yang berlokasi di  km 115+6/7 petak Jalan Sukomoro, Nganjuk, itu. 

"Kami sudah langsung ke lokasi membantu mengamankan serta membantu evakuasi kendaraan," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Nganjuk Iptu Sugino di Nganjuk, Rabu.

Dia membeberkan mobil Avansa yang disopiri Supardi, 56, warga Kecamatan/Kabupaten Nganjuk itu awalnya melaju dari arah utara ke selatan dan ketika sampai di jalur kereta api, mesin mobil tiba-tiba mati. Di mobil tersebut terdapat lima orang, di mana empat di antaranya adalah penumpang.

Saat mesin mobil mati, dari arah barat melaju kereta api dengan nomor lokomotif CC2061324. Dua orang penumpang segera turun dari mobil, sedangkan tiga orang masih di dalam. Namun karena jarak terlalu dekat, kecelakaan tidak dapat dihindarkan.

"Sebenarnya dari jauh kereta api juga sudah membunyikan klakson. Bahkan, warga juga sempat berteriak, tapi karena jarak terlalu dekat terjadi kecelakaan itu," kata dia.

Akibat kecelakaan itu, Suwito meninggal dunia saat dalam proses perawatan di rumah sakit akibat luka yang cukup parah dideritanya.

Selain itu, Supardi yang merupakan pengemudi juga mengalami luka termasuk seorang penumpang lainnya. Hingga kini, para korban berada di rumah sakit untuk perawatan.

Polisi juga ke lokasi dan berupaya untuk mengevakuasi mobil yang mengalami kecelakaan itu. Badan mobil penyok tertabrak kereta api. Sedangkan, laju kereta juga sempat terhenti sekitar 10 menit sebelum akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya.

Sementara itu, polisi menduga kecelakaan ini karena kelalaian dari sopir mobil, sebab sebelumnya sudah ada rambu-rambu bahwa kereta api akan lewat. Namun, polisi masih menunggu korban pulih. Untuk saat ini, mobil juga sudah berada di Mapolres Nganjuk sebagai barang bukti.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendri Wintoko mengaku prihatin dengan kejadian itu. Ia meminta agar warga berhati-hati terutama saat melintas di jalur kereta api. 

"Kami sangat prihatin dan turut bela sungkawa atas musibah yang menimpa mobil avanza Nomor Polisi B 1388 UFK, di perlintasan tidak resmi tanpa palang pintu antara Sukomoro-Nganjuk tersebut. Semoga peristiwa ini tidak terulang lagi," kata Ixfan.

Silakan http://madiun.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/madiunpos/">LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten