Kereta api yang akan dioperasikan untuk rute Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo Solo. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SOLO – Pengoperasian KA Bandara diprediksi menimbulkan kemacetan parah di kawasan Palang Joglo, Banjarsari, Solo. Hal itu diungkapkan pengamat transportasi dari UNS Solo, Syafii.

Syafii menilai pengoperasian KA Bandara Solo hingga 60 perjalanan (trip) per hari akan membuat lalu lintas di kawasan Palang Joglo mengalami kemacetan parah. Rekayasa manajemen lalu lintas di kawasan itu tidak akan mampu mengurai atau mencegah terjadinya kemacetan.

Artinya, menurut pengamat transportasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu, Pemkot Solo harus segera mendorong pembangunan flyover (FO) Palang Joglo.

“Langkah jangka pendek yang harus dilakukan dengan beroperasinya KA Bandara tentu rekayasa lalu lintas. Setelah itu mendorong segera dibangunnya FO Palang Joglo agar tidak terjadi kemacetan parah,” ujarnya, Kamis (5/12/2019).

Syafii menilai Pemkot Solo bisa meminta bantuan pemerintah pusat dalam hal anggaran pembangunan FO Joglo. Sebab pembangunan FO di kawasan tersebut tentu akan menyedot anggaran yang tidak sedikit.

“Sebenarnya rencana pembangunan FO Joglo sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Ini perlu didorong lagi dengan berharap bantuan dari pusat. Dorongan yang sama juga bisa dilakukan Pemprov ke pusat,” urai dia.

Syafii mengakui KA Bandara sebagai wujud integrasi antar-moda transportasi publik layak diapresiasi. Tapi dampak negatif dari pembangunan integrasi moda transportasi perlu diantisipasi.

“Yang perlu juga dipikirkan bagaimana ring road atau jalan lingkar Solo yang saat ini belum sempurna, agar disempurnakan. Masak jalan lingkar kok masuk dalam kota. Ini menjadi tanggung jawab semua pihak,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten