Kawasan simpang Joglo, Kadipiro Banjarsari Solo (Burhan A/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Pengoperasian kereta api (KA) dari Stasiun Solo Balapan hingga Bandara Adi Soemarmo (KA bandara) diprediksi bakal membuat macet sejumlah ruas jalan di Kota Solo.

Ruas jalan itu di antaranya Jl. Monginsidi, Jl. Ahmad Yani, Jl. Letjen S. Parman, Jl. Hasanudin, Jl. R.M. Said, dan sekitar Palang Joglo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo, Endah Sitaresmi, mengatakan menurut informasi yang diterimanya KA bandara akan hilir mudik sekitar 60 kali per hari.

“Paling terdampak ya di perlintasan sebidang di dekat Stasiun Solo Balapan karena bus besar masih lewat Jl. Monginsidi," jelas dia belum lama ini di Balai Kota Solo.

Sita, sapaan akrabnya, menambahkan jika viaduk Gilingan jadi dilebarkan dan diperdalam, hal itu akan bisa memecah kemacetan karena bus besar bisa lewat viaduk Gilingan di Jl. Ahmad Yani.

Gudang Mebel Epicentrum Furniture Grogol Sukoharjo Ludes Terbakar

"Surat akan kami sampaikan ke Provinsi Jawa Tengah agar peninggian dan pelebaran viaduk diprioritaskan,” kata dia.

Sita melanjutkan wacana pelebaran dan pendalaman viaduk pernah mengemuka beberapa tahun lalu. Namun, status jalan yang diturunkan dari jalan nasional menjadi provinsi membuat usulan itu batal.

Saat itu, detail engineering design (DED) viaduk telah rampung, termasuk pemindahan wesel rel kereta api.

“Saat itu DED-nya dibikin ideal, bisa dilewati dua bus satu arah bersamaan. Tapi usulan kali ini enggak perlu ideal, asal bus AC bisa lewat situ sudah tidak masalah,” kata dia.

Sita mengatakan surat yang sama juga diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Surat itu berisi usulan pembangunan lintas atas atau flyover Simpang Joglo.

Pria Lamongan Ngaku Presiden RI Datangi DPR Minta Dikawal Saat Pelantikan

Jalur tersebut diprediksi macet panjang saat kereta bandara melintas. “Ya, jadi dua prioritas itu kami usulkan sesuai status jalannya. Kami sudah survei terkait pembangunan overpass Simpang Joglo. Pembangunan flyover di titik ini tingkat kesulitannya sangat tinggi karena simpang tujuh dan dilalui kendaraan jumbo,” jelasnya.

Kendaraan besar, sambung Sita, harus ancang-ancang untuk menanjak ke overpass sehingga harus dipersiapkan bagian bawah simpang jalan, di antaranya kondisi lebar dan bahu jalannya.

“Ancang-ancangnya truk kan panjang, makanya kalau misal ada pelebaran, apakah pemerintah pusat siap untuk membiayai pembebasan lahan,” ungkap Sita.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyebut viaduk Jl. Ahmad Yani akan diperdalam menjadi 5,2 meter sehingga bus tingkat atau double decker bisa lewat jalur tersebut.

Ground tank atau kolam limpahan air juga bakal diperluas dengan tambahan pompa agar saat musim penghujan, viaduk tersebut tidak akan tergenang air.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten