Kategori: Artis

K-POP : Sibuk Berkarier di Tiongkok, S.M Entertainment Gugat Luhan dan Kris


Solopos.com/Septina Arifiani/JIBI/Solopos

K-Pop diramaikan dengan perseteruan S.M. Entertainment dengan artisnya, Luhan dan Kris.

Solopos.com, SOLO – Agensi keartisan Korean Popular (K-Pop), S.M Entertainment mengungkapkan melalui siaran pers hari ini bahwa mereka akan mengambil tindakan untuk menghentikan kegiatan Luhan dan Kris di Tiongkok.

SM geram dengan ulah Luhan dan Kris yang terus melakukan promosi kegiatan keartisan di Tiongkok kendati kontrak mereka dengan agensi hiburan K-Pop tersebut  belum berakhir.

"Sebagai lembaga yang sah dari anggota EXO Kris (Wu Yi Fan) dan Luhan, SM Entertainment telah secara resmi mengajukan gugatan terhadap Luhan karena secara ilegal melakukan kegiatan selebriti,” demikian ujar SM, sebagaimana dilansir situs K-Pop, Allkpop, Kamis (5/2/2015).

Tak hanya Kris dan Luhan yang digugat oleh SM, pihak pengiklan juga akan digugat secara hukum karena mempekerjakan orang yang masih terikat kontrak. SM juga menilai perbuatan Luhan dan Kris tidak etis dilakukan. Karena ulah mereka, SM mengalami kerugian besar.

“Ketenaran sebagai Exo digunakan untuk tampil di berbagai acara film, iklan, acara, dan penghargaan sebelum proses gugatan. Kegiatan ini telah melanggar hak-hak anggota Exo dan SM, dan telah menyebabkan kerugian keuangan yang besar bagi kami dan mitra kami,” ungkap SM.

SM menilai perbuatan yang menyalahi kesepakatan awal adalah sebuah bentuk penghianatan. Apalagi penghianatan itu dilakukan keduanya setelah mempunyai nama besar sebagai anggota Exo.

“Tanpa alasan yang cukup, Kris dan Luhan meninggalkan grup tanpa pemberitahuan, dan segera setelah mereka mendapatkan ketenaran dengan nama grup, mereka mengabaikan kontrak, kepercayaan, dan moral, dan hanya mengejar keuntungan pribadi. Ini bukan hanya penyalahgunaan sistem, tetapi juga merupakan langkah yang tidak etis yang telah mengkhianati kepercayaan dari perusahaan ini dan anggota lain,” ujar agensi K-Pop, S.M Entertainment.

Share
Dipublikasikan oleh
Septina Arifiani