K-Pop: Rekaman Suara Jang Ja Yeon BBF Ungkap Firasat Pembunuhan
Jang Ja Yeon (Allkpop)

Solopos.com, SEOUL Fakta baru tentang kasus kematian artis Korean Popular (K-Pop) Jang Ja Yeon terungkap. Program acara investigasi Unanswered Questions yang disiarkan stasiun televisi SBS, Sabtu (27/4/2019), memutar rekaman suara Jang Ja Yeon, lima hari sebelum kematiannya.

Sebelum program Unanswered Questions disiarkan, tim dari SBS bertemu dengan salah satu sahabat lama Jang Ja Yeon. Orang yang tidak disebutkan identitasnya itu menyebut Jang Ja Yeon adalah wanita yang kuat.

"Jang Ja Yeon bukanlah orang lemah. Dia tidak bisa ditekan. Dia orang yang cerdas dan selalu ceria. Namun, semuanya berubah setelah dia terjun ke dunia hiburan. Dia sering termenung dan pandangannya kosong. Dia sering mengaku ingin mati," kata sahabat Jang Ja Yeon seperti dikutip dari Soompi, Senin (29/4/2019).

Sahabat Jang Ja Yeon menambahkan, kehidupan sang artis mulai berubah seusai terjun ke dunia hiburan. Jang Ja Yeon sering mengonsumsi obat tidur sampai ketergantungan narkoba. "Dia sering melamun dan mencoba bunuh diri. Hidupnya berubah drastis," imbuh orang tersebut.

Sementara dalam rekaman suara tersebut, Jang Ja Yeon terdengar berbicara dengan salah seorang dari tim agensinya. Dia meminta bantuan kepada orang tersebut untuk menyelesaikan masalahnya.

"Aku tidak melakukan kesalahan. Aku hanya melakukan apa yang diminta perusahaan. Aku tidak melakukannya sendiri. Bagaimana mungkin aku menyelesaikan masalah ini? Dengan apa aku melakukannya? Aku tidak bisa menyelesaikannya. Jika mereka ingin membunuhku, silakan saja," kata Jang Ja Yeon.

Lebih lanjut, Jang Ja Yeon mengaku mendapat ancaman dari seseorang bernama Bos Kim. Menurutnya, Bos Kim adalah orang yang sangat berpengaruh. "Dia orang yang sangat kuat. Dia mengontakku dan bilang akan datang membunuhku," imbuh Jang Ja Yeon.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Jang Ja Yeon mengakhiri hidup di usia 29 tahun di rumahnya pada 7 Maret 2009 lalu. Bintang serial drama Korea Boys Before Flower (BBF) itu bunuh diri karena tidak tahan dengan perlakuan buruk manajemennya. Dia dipaksa melayani 31 pria yang memiliki pengaruh di Korea Selatan. Dia harus menuruti semua perintah tersebut jika tak ingin kariernya rusak.

Pada mulanya, kisah tragis Jang Ja Yeon dianggap tidak benar. Dia disebut bunuh diri karena mengalami depresi. Kasus kematian Jang Ja Yeon yang sudah lama ditutup karena kurang bukti kembali dibuka. Banyak orang yang mengirimkan petisi agar kasus tersebut diusut tuntas. Bahkan, dalam surat wasiatnya, Jang Ja Yeon meminta dendamnya kepada sejumlah orang yang menyakitinya dibalaskan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho