K-POP : Lagu Mtbd Kembali Tuai Kontroversi, CL Minta Maaf ke Umat Islam

K-POP : Lagu Mtbd Kembali Tuai Kontroversi, CL Minta Maaf ke Umat Islam

SOLOPOS.COM - CL, lerader girl band Korea Selatan 2Ne1 (soompi.com)

CL kembali menuai kontroversi setelah menggunakan lagu Mtbd versi lama saat konser di Los Angeles, AS.

Solopos.com, SOLO – Penyanyi Korea Selatan Lee Chae Rin atau yang akrab disapa CL menjelaskan kepada penggemarnya terkait penggunakan lagu Mtbd versi lama dalam konsernya di Los Angeles, AS. Seperti diketahui, lagu tersebut sempat menimbulkan polemik lantaran menyisipkan lantunan ayat Alquran sebagai backsound.

Melalui akun Twitternya penyanyi besutan YG Entertainment itu menjelaskan penggunaan lagu Metal Breakdown (Mtbd) dalam konsernya di Los Angeles bukanlah sebuah kesengajaan. Ia pun meminta maaf kepada siapapun yang tersinggung dengan peristiwa tersebut.

“Kepada siapa pun yang tersinggung, aku mohon maaf atas kesalahanku. Apa yang terjadi adalah teknisiku mengirim versi lama Mtbd untuk tur ini. Aku yang bertanggung jawab karena tidak menyadari ini lebih cepat. Aku tidak pernah menggunakan versi ini,” kata leader girl band 2Ne1 itu seperti dikutip Solopos.com di situs Allkpop, Selasa (8/11/2016).

CL pun meminta kepada teknisi dan timnya untuk menggunakan lagu Mtdb versi terbaru serta menghapus versi lamanya agar kesalahan tak terulang kembali.

“Aku mengubah ke versi baru tadi malam dan menyuruhnya untuk menghapus versi lama selamanya. Terima kasih dan cintaku untuk untuk semua fans,” lanjutnya.

Diberitakan sebelumnya, CL mendapat protes keras dari umat Islam terkait lagu Mtbd. Umat Islam menyadari ada lantunan Alquran sebagai back sound lagu CL.

Islam di Korea Selatan khususnya tak bisa mentolerir itu, apapun alasannya, Alquran tidak bisa digunakan sebagai hiburan dalam bentuk apapun.

Korea Muslim Federation melayangkan protes secara resmi kepada YG Entertainment, manjemen CL. Mereka akhirnya memilih mengedit dengan cara membuang lantunan ayat Alquran tersebut.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Munjul, KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Senilai Rp1,8 Triliun

Kasus dugaan korupsi Munjul mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp152,5 miliar.

Baliho di Mana-Mana, Puan Dikenali atau Tidak?

Hasilnya, ada yang mengenal dan ada juga yang tidak mengenali Puan.

Penyuka Sesama Jenis, Anggota TNI Dipecat

Pada Juli 2021, seorang anggota TNI AL dijatuhi hukuman penjara lima bulan karena berhubungan seks dengan seorang prajurit pria.

Update Klasemen Medali Olimpiade Tokyo 2020: Indonesia Keluar dari Target  40 Besar

Posisi Indonesia di peringkat 43 di luar target yang dipasang di awal Olimpiade Tokyo 2020 yakni 40 besar.

Geger Tarung Bebas Jalanan di Makassar, Tiket Rp10.000

Ajang tarung bebas Makassar awalnya dipublikasikan panitia lewat akun Instagram Makassar Street Fight.

Kepala Daerah Tidak Boleh Baper Ketika Dikritik di Media Sosial

Kepala daerah tidak boleh terbawa perasaan atau baper ketika ada kritik keras di media sosial dari masyarakat atas kinerja pemerintah daerah.

Persis Solo Gelar Vaksinasi Suporter, Beragam Tanggapan Pendaftaran Mengemuka

Persis bersama Pemkot Solo berencana menggelar vaksinasi gratis di Stadion Manahan, Solo, 14 Agustus 2021.

Liga 1 Kick-off 20 Agustus, Bhayangkara FC Kelabakan

Bhayangkara hanya memiliki waktu persiapan ulang sangat sempit mengingat para pemain kini masih berada di kampung halaman.

20 Klub Ikuti Sosialisasi Liga 3 Jateng

PSSI Jateng menyampaikan Liga 3 tahun ini rencananya dimulai 2 Oktober 2021.

Sambut Liga 2, Persis Solo Berharap Akhiri Penantian Sejak Maret 2021

Para pemain Persis Solo sudah tak sabar untuk berkompetisi seusai berlatih sejak akhir Maret 2021.

3 DPO MIT Tewas Ditembak Polisi, Salah Satunya Pimpinan

MIT terbagi menjadi dua kelompok dan masing-masing dipimpin oleh Ali Kalora dan Qatar.

Wali Kota Solo Gibran Borong Tiga Penghargaan di SDA 2021

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memborong tiga penghargaan sekaligus dalam gelaran Penghargaan Solopos Digital Award (SDA) 2021.