K-Pop: Kisah Pilu Eks Member Stellar Ngaku Dipaksa Agensi Bikin Video Klip Vulgar
Gayoung eks Stellar (Allkpop)

Solopos.com, SOLO – Mantan personel girlband Stellar, Gayoung, mengisahkan cerita pilu yang ia lalui bersama grupnya karena dipaksa menggunakan pakaian seksi dalam setiap penampilan mereka.

Memulai debut pada 2011, Stellar menjadi salah satu girlband paling banyak diperbincangkan setelah merilis video musik vulgar di lagu Marionette pada 2014. Video klip tersebut dianggap tidak cocok untuk anak di bawah umur.

Mengekspos keseksian para personelnya, Stellar dengan cepat melucutkan kontroversi di kalangan masyarakat. Kontroversi yang mereka dapatkan akhirnya berujung pada pembubaran grup ini pada Februari 2018.

Diwawancara ekslusif oleh Insight, Gayoung membuka kisah sedih perjuangan anggota Stellar dengan konsep seksi dan ketenaran yang menyertai mereka.

"Pada hari-hari awal debut kami, konsep kami kebanyakan imut. Kami memang mencoba beberapa hal aneh, seperti [tema] alien, tetapi kami memiliki konsep imut yang sesuai dengan usia kami. Kami mendapat banyak dukungan sebagai grup yang diproduksi oleh Eric Shinwa,” kata Gayoung, sebagaimana dilansir Allkpop, Rabu (19/12/2018).

“Setelah merilis sekitar tiga album tanpa mendapat hasil apa pun, agensi kami mengalami finansial yang sulit. Eric akhirnya meninggalkan perusahaan, dan ada suatu waktu agensi hanya terdiri dari CEO dan satu manajer. Itu sulit. Saat itu, bahkan pergi ke kafe terlalu mewah bagi kami,” lanjut Gayoung.

Gayoung menjelaskan keadaan sulit itu berubah setelah mereka meluncurkan video klip bertema seksi.

"Setelah menghabiskan sekitar tiga atau empat tahun dalam ketidakjelasan, akhirnya kami mendapatkan ketenaran kami pada tahun 2014, melalui lagu Marionette. Karena konsepnya sangat mengejutkan, video musik menjadi topik hangat," kata Gayoung.

Namun, Gayoung mengungkapkan anggota Stellar belum sepenuhnya sadar betapa vulgarnya video musik itu.

"Ada adegan di mana [anggota] menumpahkan susu. Di skripnya, [mengisahkan] merindukan mantan pacar. Dia meloncat dan bergantian di tempat tidur; dia bangun di pagi hari dan minum susu," cerita Gayoung.

“Kami berpikir, "Oh, dia pasti minum susu karena ini pagi hari [dan dia baru bangun]." Anggota sedang syuting adegan dan minum susu, dan [direktur] memberitahunya, “Cobalah menumpahkan susu!" Dia berpikir, “pasti karena [karakter] kelelahan, jadi dia akhirnya menumpahkan sedikit susu,” lanjut Gayoung.

"Kemudian, saat membaca komentar, dia menyadari adegan itu bisa membangkitkan image tertentu, dan dia sangat terkejut," kata Gayoung.

Gayoung menambahkan, “anggota yang minum susu berusia 20 tahun pada saat itu, dan setelah kejadian itu, dia sangat trauma sehingga dia tidak lagi minum susu putih. Dia benar-benar terluka. Karena tidak satu pun dari kami yang tahu betapa vulgarnya adegan itu."

 Girlband Stellar (Soompi)

Gayoung berbagi cerita lain yang membuat Stellar agak terganggu oleh agensi mereka.

“Ketika kami mempersiapkan [comeback] Vibrato, mereka memberi tahu kami pada hari pemotretan untuk mencoba pakaian baru,” jelasnya.

“Kami berkata, “tidak mungkin kami bisa menari mengenakan [pakaian] ini. Mereka menjawab, “coba saja! Mengapa kau mengatakan tidak bahkan tanpa mencobanya?"

“Jadi kami [mencoba pakaian] dan mengambil hanya lima foto atau lebih. Kemudian, [setelah melihat foto-foto itu, kami berkata] Lihat? Pakaian ini terlalu berlebihan. "Mereka memberi tahu kami, “oke, kami akan mengubahnya." Tapi mereka akhirnya menggunakan foto itu untuk album," ucap Gayoung.

Gayoung mengatakan teman-temannya mulai marah saat mengetahui mereka dibohongi. Perdebatan dengan pihak manajemen pun tak terhindarkan.

“Setelah kami melihat bahwa foto itu dirilis, kami mengundang [agen kami] dan berdebat, “Apa yang terjadi? mereka berkata, “kau tidak tahu? Oke, kalau begitu kita tidak akan melakukan hal semacam itu mulai sekarang. Tapi apa yang bisa kita lakukan? Foto-foto sudah dirilis," ucapnya.

Gayoung kembali menceritakan kisahnya dengan senyum sedih, “saya pikir mereka tahu bahwa semua anggota terlalu baik dan polos [berdebat].”

Anggota Stellar pun ingin menolak keinginan agensi. Namun, mengingat usia para personel yang masih belia, gertakan dari agensi pun membuat mereka ketakutan.

"Kami tidak ingin melakukan ini atau itu, tapi agensi mengatakan, “jangan lupa tentang kontrak kalian dengan agensi,” kata Gayoung.

“Aku pikir kami takut jika menolak untuk melakukan ini, maka harus membayar seluruh biaya penalti ini, dan hal-hal akan menjadi sulit,” lanjut Gayoung

Ia juga mengungkap kekecewaanya bahwa orang-orang selalu mengingat konsep kontroversial Stellar.

“Kami merilis banyak album setelah Marionette, tetapi ternyata kebanyakan orang hanya mengingat konsep vulgar kami,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom