Tutup Iklan
Juventus (Reuters-Alberto Lingria)

Solopos.com, ROMA — Juventus mungkin menjadi satu dari sedikit tim yang “santai-santai saja” saat dalam posisi tertinggal. Maklum, La Vecchia Signora sepertinya sudah memiliki kunci untuk bangkit dan menang meski kebobolan lebih awal. Hal itu kembali mereka tunjukkan saat menggebuk Lazio dengan skor 2-1 di Olimpico, Senin (28/1/2019) dini hari WIB.

Dilansir Opta, kemenangan atas Lazio menjadi poin ke-13 Juventus dari posisi tertinggal atau yang paling banyak di antara tim di Seri-A. Tanpa poin-poin itu, Juventus kini hanya berada di peringkat kedua di bawah Napoli dengan 46 angka. Sejauh ini Bianconeri mantap di puncak klasemen sementara dengan 59 poin dari 21 laga atau unggul 11 poin dari Napoli.

Pendukung tuan rumah memang sempat bersorak saat Emre Can membuat gol bunuh diri di menit ke-59. Gol pembuka keunggulan Lazio itu seolah menjawab deretan upaya yang mereka lakukan di babak pertama. Namun Juve mampu menyamakan kedudukan di menit ke-74 lewat aksi Joao Cancelo yang baru masuk empat menit di lapangan.

Fans Juve giliran kesetanan saat Cristiano Ronaldo sukses melaksanakan eksekusi penalti dua menit jelang bubaran. Penalti diperoleh setelah Cancelo dijatuhkan Stefan Radu di kotak terlarang.

Kapten Juventus, Giorgio Chiellini, menyebut performa 60 menit pertama saat melawan Lazio adalah penampilan terburuk mereka sepanjang musim ini. Bagaimana tidak, Bianconeri yang berstatus tim tertajam di Seri-A tak mampu melepaskan satu tembakan pun di paruh pertama.

Ini kali pertama sejak 2004/2005 Juventus gagal mencatatkan peluang di babak pertama Seri-A. Tak hanya itu, percobaan tepat sasaran Juve juga baru diperoleh selepas satu jam pertandingan. “Selama 55-60 menit, itu jelas performa terburuk Juventus musim ini. Justru setelah gol mereka kami menemukan kekuatan mental lebih untuk membalikkan keadaan,” ujar Chiellini kepada Sky Sport Italia.

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, mengakui tak pernah mudah saat bertandang ke markas Lazio. Dia menyebut membuat kesalahan ketika memasang Can di depan lini pertahanan. Beruntung masuknya Rodrigo Bentancur dan Cancelo membuat tim lebih seimbang. “Dia [Can] belum punya ketepatan waktu untuk main di sana, saya menempatkannya di posisi yang sangat sulit. Saya menukarnya dengan Bentancur dan segalanya jadi lebih baik.” 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten