Mubes warga perantauan Sulses di Lor In Hotel Solo, Sabtu (16/11/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO – Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menggelar Mubes, Sabtu (16/11/2019). Pembukaan acara tersebut digelar di Lor In Hotel Solo yang dihadiri mantan Wapres RI, Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla (JK) menyinggung agenda pemilihan pengurus baru dari organisasi warga Sulawesi Selatan di rantau.. Dewan Kehormatan KKS itu mewanti-wanti peserta memilih pemimpin yang mampu menjaga martabat dan marwah organisasi.

“Pemimpin itu harus punya janji, berpengalaman, dan tekad menjaga harmonisasi dengan masyarakat perantau asal Sulsel,” katanya.

Mubes KKSS di Solo berlangsung 15 -17 November 2019 yang dihadiri sekitar 500 peserta dari seluruh wilayah Infonesia dan luar negeri. Adapun jumlah anggota KKSS sekitar 12 juta. Jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah yang berdomisili di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sejak sebulan terakhir mencuat beberapa nama tokoh Sulsel yang disebut-sebut sebagai calon Ketua Umum KKSS menggantikan Sattar Taba. Mereka, di antaranya Burhanuddin Andi, Andi Djamarro Dullung, Muchlis Fathana, Asmawi Syam, Tanribali Lamo, dan Andi Geerhan Lantara.

Dari nama-nama tersebut, ada tiga tokoh pensiunan militer dan polisi. Namun yang menyatakan kesediaan dipilih hanya dua. Yaitu, Burhanuddin Andi dan Andi Geerhan Lantara. Kesediaan Geerhan dan Burhanuddin disampaikan secara pribadi, Jumat-Sabtu (15-16/11/2019).

Burhanuddin Andi telah tiba di Solo sejak Jumat (15/11/2019). Sedangkan Geerhan tiba di Solo Sabtu siang bersama rombongan JK dari Jogja.

“Saya tidak dalam posisi bisa menolak manakala ditugaskan untuk itu [menjadi ketua]. Saya selalu siap mengabdikan diri untuk kepentingan kerukunan warga,” kata Geerhan Sabtu pagi melalui telepon.

Serupa dengan pernyataan Geerhan, Burhanuddin Andi juga bersedia jika ditunjuk sebagai ketua. Pensiunan polisi itu menegaskan mengabdi kepada masyarakat sudah mendarah daging dalam kehidupannya.

“Jabatan formal sudah habis, tetapi urusan mengabdi untuk orang banyak, tersedia sampai mati. Apalagi itu memang tugas melekat sepanjang hidup saya sebagai polisi,” kata Burhanuddin Andi.

Sebagai informasi, kelahiran KKSS didasari kebutuhan wadah komunikasi khusus antar-warga Sulawesi Selatan yang hidup bertebaran di tanah rantau. Bukan cuma di Indonesia, bahkan di luar negeri, seperti Malaysia, Asutralia dan di Amerika Serikat dan lain – lain.

Sebelum KKSS dibentuk, perhimpunan warga perantau yang berpusat di Jakarta, adalah PKS (Persaudaraan Keluarga Sulawesi) yang berdiri 1950-an. Ketika itu di Sulawesi baru ada dua provinsi yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara. Anggotanya terdiri dari warga Bugis Makassar, Manado, Gorontalo, Palu, Kendari dan lain sebagainya.

KKSS adalah organisasi kemasyarakatan yang bergerak pada tataran sosial budaya. Bukan organisasi sosial politik dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Secara pribadi anggota atau pengurus KKSS boleh saja adalah aktivis partai politik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten