Juni 2019, Nilai Tukar Petani Jateng Merosot 0,41%
Ilustrasi petani menjemur jagung yang ia panen di areal persawahan Wonosari, Ngombol, Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (8/12/2017). (Harian Jogja-Desi Suryanto)

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah (Jateng) mencatat nilai tukar petani (NTP) di provinsi ini pada Juni 2019 hanya 103,15, turun 0,41% dibandingkan NTP bulan sebelumnya yang mencapai 103,57. Penurunan NTP itu siebabkan indeks harga yang diterima petani (It) hanya naik 0,1%, lebih rendah dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (lb) yang naik 0,52%.
 
Kepala BPS  Jateng Sentot Bangun Widoyono mengatakan dari lima subsektor pertanian komponen penyusun NTP, tiga subsektor mengalami penurunan indeks, yaitu subsektor tanaman pangan yang mencapai 0,89%, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,81%, dan subsektor perikanan 0,33%.  "Dua subsektor yang mengalami kenaikan indeks yaitu subsektor honikultura sebesar 0,3& dan subsektor peternakan 0,55%," papar Bangun Widoyono, Senin (1/7/2019).

Pada Juni 2019, komoditas yang mengalami penurunan harga antara Iain jagung, ketela pohon/ubi kayu, petsai/sawi, melon, tomat, semangka, nilam, cengkeh, kopi, ayam ras pedaging, telur ayam ras, kepiting, bandeng, sidat, kerapu, dan rumput laut. Sementara itu, komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya kacang tanah, kacang hijau, kacang merah, cabai merah, bawang merah, domba, babi, kerbau, sapi potong, tawes, mujair, ikan mas, cumi-cumi, selar, dan gabus.

"Dari 33 provinsi di Indonesia, pada Juni 2019, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 1,43%. Sebaliknya, penurunan NTP terdalam terjadi di Provinsi Riau sebesar 3,12%," papar Sentot.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom