Tim sepak takraw Indonesia (jersey merah) saat menghadapi Laos pada semifinal sepak takraw ASEAN School Games (ASG) di Sport Hall Unika Soegijapranata, Semarang, Minggu (20/7/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Semarangpos.com, SEMARANG — Tim sepak takraw Indonesia memastikan langkahnya ke babak final ASEAN School Games (ASG) 2019. Kepastian itu diperoleh Anwar Budianto dkk. setelah menundukkan Laos dengan skor 2-0 pada partai final di GOR Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Kota Semarang, Sabtu (20/7/2019).

Pada partai final yang bakal berlangsung Minggu (21/7/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, Indonesia akan berjumpa dengan juara bertahan, Thailand. Tim Negeri Gajah Putih itu memastikan langkahnya ke final setelah pada partai semifinal menundukkan Malaysia, juga dengan skor 2-0.

“Puas akhirnya bisa lolos ke final. Tahun lalu [ASG 2018] kami kalah di semifinal dari Malaysia. Tahun ini, kita harus mengukir sejarah. Sebisa mungkin harus juara,” ujar kapten tim sepak takraw Indonesia, Anwar Budianto, saat berbincang dengan Semarangpos.com, seusai pertandingan.

Anwar berharap tahun ini sepak takraw Indonesia bisa mengukir sejarah di ASG. Maklum, sejak ASG berlangsung pada 2009 silam, sepak takraw Indonesia belum pernah sekalipun merasakan medali emas.

“Tahun ini harus bisa. Thailand memang bukan lawan yang mudah. Mereka tim kuat. Bolanya keras-keras. Makanya, perlu pertahanan yang kukuh melawan Thailand,” imbuh pemain asal Jawa Tengah (Jateng) itu.

Pada babak semifinal, Indonesia tampil cukup impresif. Dari dua tim yang diterjunkan, seluruhnya mampu menciptakan kemenangan tanpa balas.

Pertandingan semifinal sepak takraw ASEAN School Games antara Indonesia dengan Laos di GOR Unika Soegijapranata Semarang, Sabtu (20/7/2019)

Regu pertama sukses mengalahkan Laos dengan skor 21-10 dan 21-17. Sementara, regu kedua menang telak dengan skor 21-08 dan 22-20.

Pelatih tim sepak takraw Indonesia di ASG 2019, Setyo Budi, mengatakan kunci kemenangan timnya adalah bisa meminimalisasi kesalahan. Walaupun di gim terakhir sempat mendapatkan perlawanan sengit dari Laos.

"Di final menghadapi Thailand tidak ada kata lain kecuali bermain habis-habisan. Bermain gila saja mungkin belum tentu menang lawan Thailand. Tapi, kami harus optimistis,” ujar Setyo Budi.

Sementara pelatih kepala tim sepak takraw Thailand, Chavalit Jirayukul, bersyukur timnya bisa melewati Malaysia. Ia pun tak mau timnya membuang kesempatan mempertahankan medali emas ASG sebelumnya dengan mengalahkan Indonesia di partai final.

“Saya pikir Indonesia tim yang kuat. Kita lihat besok siapa yang akan meraih medali emas,” ujar Chavalit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten