Tutup Iklan

Jumlah Wisatawan Meningkat, Pemkot Jogja Batasi Pengunjung

Pada PPKM Level 2 di DIY, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengantisipasi kemungkinan meningkatkan jumlah wisatawan.

 Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). (Harian Jogja/Yosef Leon)

SOLOPOS.COM - Sejumlah wisatawan berkunjung ke GL Zoo di masa uji coba operasional wisata seiring dengan pemberlakuan PPKM level 3, Senin (13/9/2021). (Harian Jogja/Yosef Leon)

Solopos.com, JOGJA – Pada PPKM Level 2 di DIY, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengantisipasi kemungkinan meningkatkan jumlah wisatawan.

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, destinasi wisata yang telah mendapatkan sertivikat CHSE dan QR Code memungkinkan untuk dibuka. Kapasitas maksimal 25 persen.

“Konsekuensi [dari penurunan level PPKM membuat] hampir semua aktivitas bisa dijalankan, dengan pembatasan jumlah, termasuk tempat wisata dimungkinkan dibuka,” kata Heroe, Kamis (21/10/2021).

Dari potensi meningkatnya jumlah wisatawan ini, Pemkot Jogja akan menguji coba one gate system untuk bus pariwisata mulai akhir pekan ini. Seluruh bus pariwisata dengan berbagai jenis dan ukuran harus melewati Terminal Giwangan untuk pemeriksaan kelengkapan seperti vaksin dan lainnya.

Baca Juga: Jangan Terkecoh! Ini Beda Pinjol Ilegal dengan Pinjol Legal

Untuk mengendalikan padatnya pengunjung di Malioboro, Pemkot Jogja mengimbau masyarakat untuk men-download aplikasi Jogja Smart Service. Di dalamnya ada program Peduli Jogja yang berfungsi sebagai pemantau.

Apabila seluruh sistem sudah siap, akan ada pembatasan kunjungan di Malioboro. Untuk parkir kendaraan maksimal tiga jam, dan kunjungan di area pedestrian maksimal dua jam.

“Wisatawan wajib download JSS, itu yang dipakai. Bisa mengatur wisatawan menikmati wisata dan kesehatannya. Bisa dijaga bareng-bareng,” kata Heroe. “Yang menyangkut keamanan atau rute perjalanan wisata ada dalam program Peduli Jogja.”

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB) Jogja, Ekwanto, beberapa akhir pekan sebelumnya, jumlah pengunjung Malioboro sekitar 4.000 orang. “Memang [pengunjung] meningkat tajam,” kata Ekwanto.

Baca Juga: BNI Luncurkan BNI Xpora untuk Dukung UMKM Go Global

Manajer Pemasaran Gembira Loka Zoo (GL Zoo), Yosi Hermawan mengatakan penurunan Level PPKM juga berpengaruh ke jumlah pengunjung. Pada periode libur tanggal 16-20 Oktober 2021 terdapat sekitar 8.000 pengunjung. “Sedangkan pengunjung yang tertolak sekitar 200-an pengunjung,” kata Yosi. “Ada yang dari rombongan [bus] atau pengguna kendaraan pribadi. Dan yang tertolak sebagian besar adalah yang belum vaksin, dan warna merah saat scan QR Code Peduli Lindungi.”

Saat ini GL Zoo juga masih menerapkan pembatasan pengunjung sesuai peraturan. Dari total kapasitas 30.000 pengunjung, saat ini baru menerima 2.500 pengunjung dalam sekali waktu.

“Apabila sudah ada 2.500 pengunjung, kami tutup dahulu sampai benar-benar terurai, baru buka kembali,” kata Yosi.


Berita Terkait

Berita Terkini

Waduh, 4 Bulan Terjadi 1.500 Pelanggaran Tata Niaga Impor

Kemendag masih terus melakukan sosialisasi kepada pelaku impor terkait perizinan dan soal pemenuhan standar kualitas.

Mitra JNE Minta Maaf Seusai Tagar BoikotJNE Ramai di Twitter

Tagar BoikotJNE kembali ramai di Twitter. Munculnya tagar ini merupakan imbas dari beredarnya pamflet lowongan pekerjaan.

Duka Semeru, Kemenkop akan Restrukturisasi Kredit UMKM Korban Erupsi

Menkop telah menginstruksikan jajarannya segera melakukan inventarisasi terhadap pelaku UMKM di wilayah terdampak bencana khususnya pelaku usaha yang memiliki pembiayaan KUR.

Kemendag Ungkap Ada 2.300 Peluang Bisnis Waralaba, Siapa Berminat?

Pada 2020 bisnis waralaba di Indonesia masih tetap berkontribusi dalam penyerapan 628.000 tenaga kerja dan mencatat omzet tidak kurang dari Rp54,4 miliar.

Penjualan Produk Asuransi Diwacanakan Wajib Direkam, Ini Respons AAJI

osiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyambut baik rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan mewajibkan perusahaan asuransi melakukan perekaman saat menawarkan produk asuransi.

E-Commerce Asal Malaysia, PG Mall Siap Ramaikan Pasar Indonesia

PG Mall, platform dagang-el (e-commerce) asal Malaysia, siap merambah pasar Indonesia, seiring dengan tumbuhnya tren belanja daring selama pandemi.

Bos Baru PLN Enggan Komentari Akuisisi Perusahaan Kendaraan Listrik

Direktur Utama PT PLN (Persero) Dharmawan Prasodjo enggan mengomentari terkait dengan akuisisi perusahaan produsen kendaraan listrik asal Jerman.

BRI dan OVO Kolaborasi Bikin Kartu Kredit, Ini Benefit bagi Pengguna

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Visionet Internasional atau OVO merilis kartu kredit OVO U Card yang menyasar kebutuhan milenial.

Cenderung Naik! Cek Harga Emas di Pegadaian, Selasa 7 Desember 2021

Harga emas batangan 24 karat di Pegadaian pada Selasa (7/12/2021) naik untuk cetakan UBS, sedangkan cetakan Antam stagnan.

70 Persen Anak Muda Berminat Kembangkan Usaha Berbasis Kreativitas

Survei menunjukkan 70% anak muda di Indonesia berminat besar mengembangkan kewirausahaan by design yang berbasis produk kreativitas dan inovasi teknologi.

Terbebani Biaya Operasional, Bandara YIA Siap-Siap Kurangi Pegawai

Operator bandara Yogyakarta International Airport (YIA) berencana melakukan rasionalisasi pegawai outsourcing yang telah berakhir masa kontraknya untuk mengurangi beban biaya operasi.

Kembali Dapatkan Perpanjangan PKPU, Begini Respons PT Sritex

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (SRIL) atau Sritex kembali mendapatkan perpanjangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari Pengadilan Niaga Semarang.

Korban Asuransi Ungkap Sisi Gelap Unit-Link: Agen Palsukan Tanda Tangan

Komunitas Korban Asuransi mengungkap sisi gelap atau bobrok penyelenggaraan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-link.

Utang Pinjol Resmi Tembus Rp27,9 Triliun, Ini Pendana Terbesar

Statistik OJK terkait industri teknologi finansial pendanaan bersama alias peer-to-peer lending (fintech lending) mengungkap utang di industri ini telah menembus Rp27,9 triliun.

Omicron Jadi Ancaman Baru, Apa Dampaknya bagi Investasi Emas di 2022?

Kemunculan varian baru virus corona, Omicron diprediksi apat menjadi katalis penguatan harga emas pada 2022 mendatang.