Jumlah Sekolah di Klaten Gelar Pembelajaran Tatap Muka akan Ditambah Tapi Tunggu Ini
Poster berisi protokol kesehatan tertempel di tembok pintu masuk SMPN 2 Manisrenggo, Klaten, Jumat (23/10/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Pembelajaran tatap muka terbatas masih bergulir di empat sekolah yakni SMP negeri di Klaten. Dinas Pendidikan (Disdik) Klaten masih menunggu hasil evaluasi lanjutan sebelum menambah jumlah sekolah yang menggelar tatap muka terbatas.

Diketahui, pembelajaran tatap muka terbatas mulai digelar pada di lima sekolah Jumat (9/10/2020) lalu. Ada lima SMP yang menjadi percontohan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kelima SMP itu yakni SMPN 2 Klaten, SMPN 1 Kemalang, SMPN 1 Kebonarum, SMPN 1 Gantiwarno, dan SMPN 1 Karangdowo. Namun, pembelajaran tatap muka terbatas di SMPN 1 Karangdowo dihentikan sementara waktu per Senin (19/10/2020) menyusul ada guru yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Hemat Kuota Internet Selama WFH, Ini Kiatnya…

Kepala Disdik Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan bergulirnya pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah lain menunggu hasil evaluasi selanjutnya dari bergulirnya pembelajaran tatap muka terbatas di empat sekolah.

Selain itu, perluasan sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka juga menunggu menunggu hasil swab yang dilakukan kepada guru dan karyawan di SMPN 1 Karangdowo pascaseorang guru dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami lihat evaluasinya dulu termasuk di Karangdowo seperti apa. Kalau dari hasil tes swab semuanya negatif, kami baru melangkah,” kata Wardani saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (23/10/2020).

Sosialisasi terkait Proposal

Disinggung persiapan yang dilakukan di sekolah lain, Disdik sudah memberikan sosialisasi. Masing-masing sekolah diminta mulai menyiapkan proposal sebagai syarat administrasi untuk menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

Rencananya, jumlah sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka terbatas ditambah dengan satu kecamatan satu sekolah. Meski sudah ada persiapan, Wardani mengatakan pembelajaran tatap muka terbatas tak bisa serta merta digelar serentak di seluruh wilayah.

“Pasti, kami mempertimbangkan faktor kesehatan yang utama. Makanya kami melibatkan semua pihak termasuk dari puskesmas setempat sebelum menjalankan pembelajaran tatap muka,” kata dia.

Penemuan Jenazah Warga Wonogiri di Hotel Solo, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Wardani memperkirakan pembelajaran tatap muka di sekolah lain baru bisa dilakukan pada pekan pertama atau kedua November mendatang.

“Kami masih fokus pada tingkat SMP dulu. Untuk tingkat SD belum,” jelas dia.

Camat Manisrenggo, Rahardjo Budi Setiyono, mengatakan siap mengawal jika sewaktu-waktu ada SMP di wilayah Manisrenggo yang akhirnya diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka terbatas.

Menerapkan Protokol Kesehatan

Dia menjelaskan selama ini intensif berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan Manisrenggo untuk memastikan kesiapan sekolah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

“Yang pasti, kami tentunya akan melakukan pemantauan setiap pagi untuk memastikan apakah semua protokol sudah ditaati atau belum,” kata dia.

Siap-Siap, Polda Jateng Gelar Operasi Zebra 14 Hari Mulai Hari Ini

Kepala SMPN 2 Manisrenggo, Sundari, mengatakan persiapan sarana dan prasarana serta standar operasional prosedur (SOP) memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sudah disiapkan.

Sundari menegaskan tetap menunggu instruksi dari Disdik Klaten ihwal bergulirnya pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Manisrenggo.

“Untuk saat ini pembelajaran masih full daring,” kata Sundari.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom