Jumlah Peserta Penerima Bantuan Iuran Jamkesda di Wonogiri Terus Menurun

Peserta penerima bantuan iuran jaminan kesehatan daerah (PBI Jamkesda) Wonogiri yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berkurang tiap tahun.

 Ilustrasi (google image)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (google image)

Solopos.com, WONOGIRI — Peserta penerima bantuan iuran (PBI) jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) Wonogiri yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berkurang tiap tahun. Hal itu lantaran secara bertahap peserta PBI Jamkesda Wonogiri dialihkan ke PBI Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Per Agustus 2022, jumlah peserta PBI Jamkesda Wonogiri sebanyak 78.047 jiwa. Dari jumlah tersebut, peserta yang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sebanyak 33.396 jiwa. Sedangkan peserta non-DTKS sebanyak 44.651 jiwa.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Data yang dihimpun Solopos.com, peserta PBI JKN per September 2022 sebanyak 489.799 jiwa. Peserta tersebut dipastikan merupakan warga tidak mampu yang masuk DTKS. Sementara, total jumlah DTKS per Agustus 2022 sebanyak 565.914 jiwa. 

Jika diakumulasikan, warga miskin peserta PBI JKN dan Jamkesda berjumlah 523.195 jiwa. Artinya, ada warga yang terdaftar DTKS namun tidak menjadi peserta PBI, baik JKN maupun Jamkesda, yaitu sebanyak 42.719 jiwa.

Kepada Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, Maryono, mengatakan hal itu bisa terjadi lantaran warga yang masuk dalam DTKS tidak hanya fakir miskin. DTKS meliputi potensi dan sumber kesejahteraan sosial (PSKS) dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). 

Baca Juga: Gelar Pilkades, 15 Desa di Wonogiri Jadi Pilot Project Pemutakhiran Data SDGs

Jenis PMKS ada 25 item. Di antaranya anak berhadapan hukum, anak jalanan, korban bencana alam, kelompok minoritas, bekas warga binaan lembaga pemasyarakatan, termasuk fakir miskin.

Sementara jenis PSKS ada 11, antara lain penyuluh sosial masyarakat, taruna siaga bencana, karang taruna, pekerja sosial masyarakat, dan pekerja sosial masyarakat.

“Fakir miskin itu hanya salah satu dari banyak jenis itu. Sedangkan sasaran PBI, baik Jamkesda maupun JKN hanya untuk warga miskin atau tidak mampu. Maka di situ ada gap antara peserta PBI dengan total jumlah DTKS. Soalnya tidak semua DTKS adalah fakir miskin,” kata Maryono saat ditemui Solopos.com, Kamis (29/9/2022) siang.

Adapun warga yang menjadi peserta PBI Jamkesda non-DTKS akan terdaftar dalam DTKS. Alasan mengapa non-DTKS dapat menjadi peserta PBI Jamkesda karena syaratnya tidak harus fakir miskin. Warga yang berpenyakit kronis pun juga dapat menjadi peserta PBI Jamkesda. 

Baca Juga: Kelas Rawat Inap Standar BPJS, Ini 12 Kriteria yang Harus Diimplementasikan RS

“Kalau jumlah peserta PBI Jamkesda otomatis tiap tahun turun karena secara bertahap dialihkan ke PBI JKN. Tahun ini saja, ada 45.000 jiwa yang kami ajukan menjadi peserta PBI JKN. Tapi yang disetujui hanya 42.444 jiwa. Sebagian dari yang kami usulkan itu mulanya peserta PBI Jamkesda,” jelas dia.

Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Setyarini, menyampaikan hal serupa. Jumlah peserta PBI Jamkesda berkurang lantaran secara bertahap sudah dialihkan menjadi peserta PBI JKN. Adapun anggaran PBI Jamkesda pada 2022 ini senilai Rp37,133 miliar. Besaran premi peserta PBI Jamkesda senilai Rp42.000/orang.

“Mereka merupakan peserta PBI Jamkesda yang mendapatkan fasilitas BPJS kelas III di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta yang bekerja sama dengan BPJS, dan puskesmas,” kata Setyarini kepada Solopos.com melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis sore.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Wonogiri memberikan subsidi dengan nilai total Rp2,3 miliar bagi peserta BPJS kesehatan mandiri kelas III di Wonogiri.

Baca Juga: Tak Semua Pekerja Dapat BSU, Pemkab Wonogiri bakal Koordinasi dengan Perusahaan

Sementara itu, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan peserta PBI BPJS itu akan naik terus setiap tahun. Jekek, sapaan akrabnya, menargetkan semua warga tidak mampu di Wonogiri yang masuk daftar DTKS akan menjadi peserta PBI BPJS pada 2024.

Saat ini masih ada 20% warga tidak mampu yang masuk daftar  DTKS belum terkaver PBI BPJS.

“Yang bisa kami pastikan adalah PBI BPJS ini sasarannya warga tidak mampu yang masuk DTKS. Pada 2024, kami targetkan semua daftar DTKS menjadi peserta PBI BPJS. Ini [DTKS] akan kami rapikan dulu, kami koordinasikan dulu dengan Kementerian Sosial untuk verifikasi ulang. Kalau boleh jujur kan, DTKS sekarang ini amburadul, ada orang mampu yang juga ke DTKS. Ini akan kami rapikan,” kata Jekek saat ditemui Solopos.com belum lama ini. 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Syiar Kedamaian, Komunitas Ini Bagikan Ratusan Kaus dan Bunga di Solo Baru

      Community Masyarakat Solo Cinta Damai melakukan aksi sosial membagi ratusan kaus, bunga, dan stiker, di traffict light kawasan The Park Mall Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jumat (9/12/2022).

      Selamat! Gerakan Literasi Sukoharjo Tembus Top 45 Kompetisi Inovasi Nasional

      Inovasi gerakan literasi Sukoharjo (Gelis) yang diinisiasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sukoharjo mendapatkan penghargaan bergengsi Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP).

      Di Dayu Karanganyar, Jejak Sungai Besar Purba Ditemukan

      Di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah menyimpan jejak sungai besar purba yang terekam dalam salah satu lapisan tanahnya.

      Sejumlah Plafon Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo Jebol, Perbaikan Dianggarkan 2023

      Sejumlah atap plafon di Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo jebol. Sementara pemerintah menganggarkan perbaikan pada 2023.

      Buruh Sukoharjo Minta Para Pengusaha Jalankan Struktur Skala Upah

      Ketua Asosiasi Serikat Buruh Sukoharjo dan Ketua Partai Buruh Sukoharjo, minta pengusaha menjalankan skala upah.

      Profil Taufik M Widodo, MC Acara Ngunduh Mantu Nikahan Kaesang-Erina di Solo

      Taufik M Widodo yang merupakan penyiar senior RRI Solo didapuk menjadi master of ceremony atau MC pada rangkaian acara ngunduh mantu nikahan Kaesang-Erina.

      Pengumuman! Pilkades Serentak 67 Desa di Klaten Paling Cepat Digelar Juli 2023

      Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Klaten pada 2023 direncanakan digelar antara Juli-Agustus 2023.

      Arus Lalu Lintas Solo akan Dipantau Drone Polri saat Nikahan Kaesang-Erina

      Polda Jateng mengerahkan drone untuk memantau situasi arus lalu lintas di Solo saat acara nikahan Kaesang-Erina, sekaligus penindakan pelanggaran dengan sistem ETLE.

      Ada Alpukat Jumbo di Lereng Merapi Klaten, Harganya Sempat Tembus Rp40.000/Kg

      Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang merintis kampung alpukat.

      Akhirnya, BLT Sapu Jagat Karanganyar Tahap I Rp1,353 Miliar Cair

      Pemkab Karanganyar akhirnya mencairkan BLT Sapu Jagat untuk ratusan penerima. Mereka menjanjikan ada penyaluran BLT tahap kedua sebelum akhir tahun dengan sasaran yang berbeda.

      Sah! Pasangan Penghayat Kepercayaan Ini Resmi Menikah di Jatisrono Wonogiri

      Hujan deras membalut suasana sakral perkawinan Nanda Linduarda, 23 dan Iqas Cahyaning Suwartini, 20, di Sanggar Candi Busana, Desa Gunungsari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Selasa (6/12/2022).

      Bocah Balita Telantar di Sragen Dapat Tawaran Bantuan Operasi Bibir Sumbing

      Anak balita yang ditemukan telantar di bawah overpass tol Sragen-Ngawi di Ngrampal, Sragen kini masih dirawat di RSUD Sragen. Ada sejumlah yayasan yang menawarkan bantuan operasi bibir sumbung si anak.

      Pemkab Sragen Kini Punya Aplikasi yang Bisa Awasi Hibah untuk Tempat Ibadah

      Bagian Kesra Setda Sragen kini memiliki aplikasi yang bisa memantau dan mengevaluasi penyaluran bantuan hibau untuk tempat ibadah. Namanya Sinapati Plus.

      Dijual Rp9.500/Kg, 3,5 Ton Beras di Pasar Murah Tasikmadu Ludes dalam 1 Jam

      Dispertan PP Karanganyar untuk kali ketiga menggelar pasar murah sejumlah kebutuhan pokok. Kali ini digelar di Kantor Kecamatan Tasikmadu.

      Ketika Spanduk Bergambar Ganjar Pranowo Mendadak Bertebaran di Jalan Solo-Jogja

      Satpol PP dan Damkar Klaten mencopoti ratusan spanduk dan banner liar yang bertebaran di sepanjang ruas jalan raya Solo-Jogja.