Jumlah Penumpang Turun 90%, Operasional Bus BST Solo Dikurangi
Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo menyemprotkan cairan disinfektan pada armada bus Batik Solo Trans (BST) di halaman kantor Dishub Solo, Selasa (17/3/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Operasional Bus Batik Solo Trans (BST) dikurangi menyusul menurunnya jumlah penumpang setelah Kota Solo berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona atau covid-19.

Penurunan jumlah penumpang bus BST mencapai 90 persen sejak Solo ditetapkan KLB corona, Jumat (13/3/2020) lalu.

Direktur PT Bengawan Solo Trans (BST) selaku pengelola bus BST, Sri Sadadmojo, kepada Solopos.com, Jumat (20/3/2020), mengatakan pada prinsipnya operasional bus BST tetap berjalan di tiga koridor Kota Solo.

Deteksi Corona, Ini Orang-Orang yang Wajib Periksa ke Rumah Sakit

Hanya, penyesuaian dampak merosotnya jumlah penumpang terpaksa dilakukan oleh pengelola. Biasanya jumlah bus beroperasi sekitar 45 unit, saat ini hanya 30-an unit bus beroperasi.

Ia menambahkan dampak pengurangan armada itu membuat jarak antarbus menjadi sedikit lama yakni sekitar 15 menit hingga 20 menit.

Bupati Banyumas Bikin Hand Sanitizer dari Ciu, Siap Dibagikan ke Masyarakat

“Setiap pagi bus kami semprot disinfektan untuk memutus penyebaran virus. Kru bus juga sudah dibekali hand sanitizer. Pengurangan jumlah bus membuat kami menjadwalkan ulang jam kerja kru bus, jadi beberapa terpaksa libur,” ujarnya.

Penyesuaian Untuk Tutup Biaya Operasional

Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan operasional bus BST Solo bakal berkurang lagi. Ia menjelaskan biaya operasional satu bus sekitar Rp350.000 per hari untuk membeli bahan bakar berupa solar.

Tambah, Warga Wonogiri Karantina Mandiri Karena Kontak Dengan Pasien Corona Jadi 117 Orang

Dalam beberapa hari terakhir, rata-rata satu bus hanya memperoleh pendapatan Rp200.000 dalam sehari. Ia berharap pandemi virus corona dapat segera berakhir dan aktivitas masyarakat Kota Solo pulih seperti semula.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Hari Prihatno, mengatakan saat ini terjadi penurunan jumlah penumpang BST sangat luar biasa, sekitar 90 persen. Pengurangan bus yang dilakukan oleh manajemen BST Solo sebagai langkah penyesuaian cukup wajar untuk menutup biaya operasional.

Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Genangan WGM Baturetno Wonogiri

“Memang penumpang hampir tidak ada dan biaya operasional sangat tinggi. Kami tidak bisa menghalangi, tetapi yang terpenting bus masih ada yang berjalan,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho