Ilustrasi narkoba. (Solopos-Whisnu Paksa)

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengklaim pengguna narkoba di Jateng menurun dari tahun ke tahun. Kendati demikian, penurunan itu terbilang sangat kecil atau tidak terlalu signifikan.

Kepala BNN Provinsi Jateng, Brigjen Pol. M. Nur, menyebutkan berdasar data tahun 2018 pravelensi pengguna narkoba di Jateng mencapai 1,16% dari total populasi penduduk yang mencapai 34,26 juta jiwa. Dengan kata lain, pengguna narkoba di Jateng saat ini mencapai 397.416 orang.

Jumlah ini menurun jika dibandingkan data pada 2017 lalu. Data yang diperoleh Semarangpos.com, pada 2017 lalu prevalensi pengguna narkoba di Jateng hampir mendekati angka 2% atau tepatnya 1,96%, yakni sekitar 671.496 orang.

"Memang ada penurunan, tapi enggak signifikan. Seperti fenomena es dalam gelas, digoyang sedikit nyelem (bisa timbul lagi)," ujar Nur saat dijumpai wartawan seusai acara diskusi bersama DPRD Jateng di Hotel Noormans, Kota Semarang, Selasa (29/1/2018).

Nur pun berharap tingkat penyalahgunaan narkoba di Jateng itu bisa terus ditekan. Berbagai upaya pun terus digalakkan salah satunya berkerja sama dengan aparat kepolisian dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

"Salah satunya ya dengan penerbitan perda antinarkoba. Kita selalu dilibatkan kok oleh DPRD Jateng dalam pembahasan perda ini," imbuh Nur.

Sementara itu, berdasar data yang dimiliki BNN Jateng menyebutkan ada sekitar 35 orang tersangka kasus peredaran narkoba yang diringkus selama 2018. Dari jumlah sebanyak itu, dua orang di antaranya ditembak mati karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

"Kalau LKN (laporan kasus narkotika) selama 2018 ada 17 kasus. Paling menonjol di Solo," tutur Nur.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten