Jumlah Penduduk 5 Kecamatan di Sragen Menurun, Terbanyak Sukodono

Jumlah penduduk di lima kecamatan Kabupaten Sragen berkurang dalam lima tahun terakhir, dengan jumlah pengurangan paling banyak di Kecamatan Sukodono.

 SOLOPOS.COM - Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). (indonesia.go.id)

SOLOPOS.COM - SOLOPOS.COM - Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk (KTP). (indonesia.go.id)

Solopos.com, SRAGENJumlah penduduk di lima kecamatan Kabupaten Sragen selama lima tahun terakhir turun sampai 2.323 orang. Kecamatan Sukodono menjadi daerah dengan angka penurunan paling banyak.

Penurunan data penduduk itu diketahui dari perbandingan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) 2017 dan DAK2 2022 yang diperoleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Jumlah penduduk Kecamatan Sukodono berkurang 1.325 jiwa. Disusul kemudian Kecamatan Sumberlawang yang jumlah penduduknya berkurang 758 jiwa. Sementara tiga kecamatan lainnya penurunannya tidak terlalu signifikan.

Perinciannya, Gesi berkurang 128 jiwa, Tangen berkurang 69 jiwa, dan Jenar 43 jiwa. Penurunan jumlah penduduk Sukodono, Sragen, setiap tahunnya bisa mencapai 265 orang atau 22 orang per bulan.

Ketua KPU Sragen, Minarso, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (20/11/2022), mengungkapkan penurunan jumlah penduduk selama lima tahun terakhir itu menjadi fenomena tersendiri.

Baca Juga: Ini Perbandingan Jumlah Kursi Pemilu 2019 dan Pemilu 2024 di Sragen

Sebab secara umum jumlah penduduk Sragen naik 25.070 jiwa, yakni dari 981.416 jiwa menjadi 1.006.486 jiwa atau naik 2,49%. Secara persentase naiknya jumlah penduduk tertinggi di Kalijambe yakni 5,82% atau 3.190 jiwa.

Menentukan Jumlah Kursi DPRD Sragen

Tetapi bila dilihat berdasarkan jumlah, kata dia, angka penambahan jumlah penduduk tertinggi ada di Kecamatan Masaran sebanyak 4.662 jiwa (5,81%). Sementara jumlah penduduk yang turun paling banyak, yakni Kecamatan Sukodono sebanyak 1.325 jiwa atau 3,82%.

“Faktornya banyak, barangkali faktor yang mempengaruhi penurunan jumlah penduduk itu disebabkan kematian dan perpindahan penduduk atau bisa saja data yang dulu kurang akurat,” ujar Minarso.

Selain itu, Minarso menambahkan faktor yang mempengaruhi penambahan jumlah penduduk di Sragen itu bisa juga kelahiran yang tinggi dan kedatangan penduduk. Minarso mengatakan DAK2 ini hanya dipakai KPU untuk menentukan jumlah kursi.

Baca Juga: Ini Sebaran Kursi di Sragen Pada Pemilu 2024, Kursi di Dapil Sragen 3 Stagnan

Data yang dipakai untuk penentuan daftar pemilih tetap (DPT), ujar dia, tidak menggunakan DAK2 tetapi menggunakan Daftar penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang sama-sama didapat dari Kemendagri melalui KPU RI.

Dia menerangkan DP4 itu nanti masih dilakukan pencocokan dan penelitian oleh Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih). “Bisa jadi tahun lalu tidak punya hak pilih karena TNI/Polri tetapi tahun ini sudah punya hak pilih karena sudah pensiun atau sebaliknya,” jelasnya.

“Tahun lalu tercatat masih hidup tetapi saat coklit ternyata sudah meninggal dunia dua hari lalu. Jadi di DP4 itu hanya orang yang umurnya 17 tahun ke atas yang dihitung tetapi di DAK2 itu mulai bayi lahir sudah dihitung,” imbuhnya.

Keberhasilan Program KB

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, Adi Siswanto, mengatakan untuk menganalisis penambahan atau penurunan jumlah penduduk itu faktor yang mempengaruhi hanya dinamika lahir, meninggal, dan pindah penduduk.

Baca Juga: DP2KBP3A Sragen Minta Semua Pihak Ikut Aktif Mencegah Pernikahan Anak

Dia mengatakan Dispendukcapil tidak memiliki wewenang untuk mengolah masalah demografi tetapi hanya menyajikan data saja. “Persoalannya data penduduk di Indonesia itu belum satu data tetapi ada dua data, yakni data di Dispendukcapil dan data di BPS [Badan Pusat Statistik],” ujarnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Sragen, Udayanti Proborini, menyampaikan turunnya jumlah penduduk itu salah satunya dipengaruhi oleh program keluarga berencana (KB).

Dia melihat tingkat kesadaran warga untuk mengikuti program KB paling tinggi berada di utara Bengawan Solo, termasuk di lima kecamatan tersebut. Data penduduk yang harusnya ikut KB tetapi tidak mau KB menurutnya cenderung menurun.

“Artinya, banyak masyarakat yang sudah sadar ikut KB secara ktif. Pengurangan penduduk itu juga dipengaruhi adanya perpindahan penduduk dan faktor kematian. Adanya pandemi Covid-19 yang lalu kemungkinan juga berpengaruh,” jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.

      Ribuan Sukarelawan Jokowi akan Pakai Tanda Pengenal di Pernikahan Kaesang

      Saat ini terdata 13.000 orang lebih [sukarelawan] yang akan datang dan seluruhnya akan diberi tanda pengenal.