Kategori: Klaten

Siasat Mudik dengan Kendaraan Pribadi


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN—Pemudik yang berdatangan melalui Terminal Ir. Soekarno Klaten bertambah. Namun, jumlahnya belum naik secara signifikan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mencatat mayoritas pemudik menggunakan kendaraan pribadi.

Rata-rata pemudik yang tiba di terminal setiap hari sebanyak 16-30 orang. Jumlah itu berdasarkan data penumpang bus malam yang turun di Terminal Ir. Soekarno Klaten. Mereka datang dari berbagai daerah, terutama wilayah Jabodetabek dan Pulau Sumatra. Pada Selasa (4/5/2021), jumlah pemudik yang turun di terminal Ir. Soekarno Klaten sebanyak 30 orang.

Mereka datang dari Jakarta (12 orang), Tangerang (3 orang), Depok (3 orang), Cikarang (3 orang), Bogor (2 orang), Cakung (1 orang), Probolinggo (1 orang), Pandeglang (1 orang), Bali (1 orang), Kotabumi (1 orang), Palembang (1 orang), dan Lampung (1 orang).

Koordinator Terminal Ir. Soekarno Klaten, Marjono, mengatakan belum ada lonjakan penumpang yang turun. “Untuk yang turun di terminal masih belum ada lonjakan. Mungkin banyak yang turun di luar terminal,” kata Marjono saat dihubungi Espos, Rabu (5/5/2021).

10 Orang Per Kecamatan

Petugas terminal tetap memantau para pemudik yang berdatangan melalui Terminal Ir. Soekarno Klaten. Petugas mendata setiap pemudik yang berdatangan, mulai dari identitas diri, waktu kedatangan, lokasi kedatangan, alamat tujuan, lama berkunjung, serta nomor ponsel. Data itu untuk mengantisipasi ketika ada pelacakan kontak erat kasus Covid-19.

Sementara itu, Pemkab melalui masing-masing kecamatan hingga kini masih mendata jumlah pemudik yang sudah tiba di Klaten. “Rata-rata menumpang kendaraan pribadi dan sudah membawa hasil tes antigen. Kalau rata-rata pemudik yang sudah tiba di Klaten itu per kecamatan ada 10 orang,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito.

Ronny membenarkan saban pemudik yang tiba dengan menunjukkan surat bebas Covid-19 tak wajib karantina mandiri. Namun, mereka tetap wajib menaati protokol kesehatan ketat dan tetap disarankan untuk karantina mandiri terlebih dahulu sebelum berbaur dengan anggota keluarga atau warga di tempat yang mereka datangi.

Share
Dipublikasikan oleh
Ayu Prawitasari