Jumlah Pelamar Rekrutmen CPNS Sragen 2021 Jauh Menurun Dibanding 2019

Proses rekrutmen CPNS Sragen saat ini memasuki tahapan verifikasi berkas dari pelamar sebanyak 1.570 orang untuk CPNS dan 3.793 untuk PPPK.

 Ilustrasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) (Detik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) (Detik.com)

Solopos.com, SRAGEN — Jumlah pelamar pada rekrutmen calon pegawai negeri sipil atau CPNS Kabupaten Sragen tahun ini jauh menurun dibandingkan 2019 lalu. Dari 63 lowongan CPNS, ada 1.570 orang yang melamar.

Pada perekrutan CPNS 2019 total jumlah pelamar mencapai 9.000-an orang. Namun pada 2019 tingkat persaingannya lebih rendah karena satu lowongan diperebutkan 14 orang. Tahun ini, satu lowongan diperebutkan 24 orang.

Sementara itu, satu lowongan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada rekrutmen kali ini menjadi rebutan dua orang pelamar. Jumlah pelamar PPPK mencapai 3.793 orang untuk memperebutkan 1.589 lowongan.

Baca Juga: Pelaku Perjalanan Dari Luar Soloraya Masuk Sragen Wajib Bawa Kartu Vaksin

Dari hasil verifikasi sementara rekrutmen CPNS oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen hingga Selasa (27/7/2021) pukul 14.00 WIB, ada 185 pelamar yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Kepala BKPSDM Sragen Sutrisna saat dihubungi Solopos.com, Selasa siang, menyampaikan pendaftaran CPNS 2021 sudah ditutup pada Senin (26/7/2021) pukul 24.00 WIB.

Sutrisna menyampaikan setelah waktu pendaftaran habis, yang sudah submit secara daring sebanyak 1.570 orang pendaftaran CPNS dan 3.793 pendaftaran PPPK guru. Ia menyampaikan jumlah pendaftarnya cukup banyak.

Baca Juga: Jadi PNS Pertama Di Sragen Yang Donorkan Plasma Konvalesen, Ini Kata Cosmas Edwi

Verifikasi Berkas 4 Hari

Sutrisna menargetkan pendaftar rekrutmen CPNS Sragen itu mencapai 3.000-an orang tetapi yang mendaftar hanya separuhnya.

“Kebanyakan pelamar CPNS dan PPPK itu orang sekitar Sragen saja. Nanti kami akan verifikasi berkas mereka selama empat hari ke depan, terhitung mulai Selasa ini. Sebenarnya verifikasi sudah dilakukan sambil jalan saat awal pendaftaran bagi yang sudah submit. Sampai pukul 12.53 WIB ini, sudah 1.180 pendaftar CPNS yang sudah terverifikasi,” ujarnya.

Sutrisna menerangkan BKPSDM hanya memverifikasi berkas CPNS sedangkan berkas PPPK diverifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Termasuk pemberkasan CPNS juga wewenang BKPSDM.

Baca Juga: Salut! Puluhan Karyawan Perusahaan Di Sragen Ini Rela Gajinya Dipotong 10% Untuk Bantu Warga Isoman

“Perbandingan jumlah pendaftar dan formasi pada CPNS tahun ini lebih banyak secara proporsional bila dibandingkan jumlah pendaftar pada CPNS 2019 dengan formasi 627 lowongan,” ujarnya.

Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Sragen Budi Yuwono menyampaikan tahapan seleksi rekrutmen CPNS 2021 masih dalam proses verifikasi administrasi hingga 2 Agustus 2021. Ada tujuh orang verifikator dengan tiga orang petugas supervisi.

Tidak Memenuhi Syarat

“Kalau secara keseluruhan pendaftar turun. CPNS 2019 mencapai 9.000-an pendaftar sedangkan di CPNS tahun ini sebanyak 5.363 orang. Dulu pelamar guru bisa dari lulusan S1 tanpa harus masuk database data pokok kependidikan (dapodik). Sekarang yang bisa mendaftar formasi guru, syaratnya guru honorer, termasuk eks tenaga honorer K2, terdaftar di Dapodik, lulus PPG. Sehingga pelamar terbatas,” ujarnya.

Baca Juga: Wow! 6.000 Ekor Ayam Disalurkan kepada Warga Sragen Terdampak Pandemi Covid-19

Budi menerangkan tim verifikator sudah melakukan verifikasi atas berkas pelamar rekrutmen CPNS Sragen sudah submit. Ia menyebut dari hasil verifikasi sementara hingga Selasa pukul 14.00 WIB, ada 185 pelamar CPNS dan 185 pelamar PPPK yang TMS.

Syarat yang tidak bisa dipenuhi pelamar sehingga dinyatakan TMS itu antara lain tidak mencantumkan surat keterangan bebas buta warna, kualifikasi pendidikan tidak sesuai. Kemudian lamaran ditulis tangan dan tidak bermaterai.

“Ya, harusnya lamaran diketik dan dibubuhi materai Rp10.000. Syarat surat keterangan bebas buta warna itu diperuntukkan pelamar tenaga kesehatan. Setelah verifikasi selesai diumumkan dan menunggu masa sanggah selama tiga hari,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setelah Semanggi, Giliran Rumah Warga Eks HP 10 Tipes Solo Siap-Siap Dibongkar

Rumah warga di lahan eks HP 10 di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo, bakal dibongkar untuk program Kotaku.

Gibran soal Gaji Wali Kota Solo: Bukannya Tidak Diambil, Tapi...

Gibran Rakabuming Raka mengakui gaji sebagai Wali Kota Solo memang tidak besar dan ia tetap mengambilnya untuk sejumlah keperluan.

Digitalisasi dan Inovasi Jadikan Bisnis Makin Sehat, Makin Cepat, Makin Dekat

Berkat digitalisasi di masa pandemi sejumlah pelaku usaha mengaku bisnis mereka makin sehat, makin cepat, makin dekat.

Tertabrak Truk di Jalan Solo-Sragen, Pasutri Meninggal, Anak Patah Tulang

Pasutri yang memboncengkan seorang anak laki-laki meninggal dunia akibat tertabrak truk di jalan Solo-Sragen wilayah Masaran, Sragen.

Jemput Rezeki, 6 Dalang Boyolali Ngamen Bareng dari Rumah ke Rumah Warga

Sejumlah dalang dari Boyolali ngamen dari rumah ke rumah warga yang mau nanggap demi menjemput rezeki dan mengobati kerinduan penggemar.

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.