Jumlah Kasus Positif Covid-19 Bengkak, Warga Polanharjo Dilarang Gelar Malam Tirakatan
Ilustrasi melawan Covid-19. (freepik)

Solopos.com, KLATEN – Warga Polanharjo, Klaten, diimbau membatalkan agenda malam tirakatan menjelang HUT ke-75 RI. Imbauan tersebut disampaikan jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) sekaligus Gusgas PP Covid-19 Polanharjo menyusul membengkaknya jumlah kasus Covid-19 di kecamatan setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com di Gusgas PP Covid-19 Klaten, jumlah kasus positif Covid-19 di Kecamatan Polanharjo mencapai 10 kasus. Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai dua orang. Sedangkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) mencapai 54 orang.

Hingga Jumat (14/8/2020), Kecamatan Polanharjo masuk kategori zona merah Covid-19. Penambahan pasien positif Covid-19 terbaru di Polanharjo, termasuk dua warga yang masih berstatus saudara kembar.

Pilkada Solo 2020: Astrid Suntani Dekati Syailendra Cucu Pakubuwono XII

Pasien Kembar

Kedua orang yang memiliki nama, usia, dan jenis kelamin yang sama itu, yakni FAA, 11 (perempuan). Keduanya diketahui sebagai kontak erat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di waktu sebelumnya.

Selain dua warga yang berstatus saudara kembar, ada juga empat warga Polanharjo lainnya yang terpapar virus corona. Masing-masing, seperti KA, 8 (perempuan), S, 53 (laki-laki), HAA, 57 (perempuan), dan B, 66 (laki-laki). Seluruh warga yang terpapar virus corona itu dari kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di waktu sebelumnya.

Pasien positif Covid-19 berinisial HAA dan B dirawat di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten. Sedangkan pasien positif Covid-19 lainnya menjalani isolasi mandiri dibawah pengawasan tim medis.

Buntut Ricuh Kampung Mertodranan, Polresta Solo Razia di 3 Lokasi Ini

"Setelah ada penambahan enam pasien positif Covid-19 itu, kami langsung melakukan tracing. Hasilnya ada 55 orang [segera dilakukan rapid test]. Sejak awal, kami memang sudah menyiapkan berbagai hal yang perlu diambil ketika ada warga yang terpapar virus corona," kata Camat Polanharjo sekaligus Ketua Gusgas PP Covid-19 Polanharjo, Joko Handoyo, kepada Solopos.com, Sabtu (15/8/2020).

Joko Handoyo mengatakan terpaparnya enam warga Polanharjo sejak Jumat (14/8/2020) itu yang menjadi alasan Gusgas PP Covid-19 mengimbau warga meniadakan malam tirakatan HUT ke-75 RI. Imbauan dilakukan semata-mata guna mencegah persebaran virus corona.

"Terkait malam tirakatan, kami sudah mengimbau agar tidak melaksanakan terlebih dahulu. Ini berhubungan dengan perkembangan Covid-19 di Polanharjo. Saya pun sudah menginstruksikan hal ini ke para kepala desa agar disampaikan ke warganya masing-masing," katanya.

Jadi Jutawan, Mbah Minto Klaten Hidup Nyaman

Tidak Ada Larangan dari Pemkab

Sebelumnya, Pemkab Klaten tidak melarang warganya menggelar malam tirakatan HUT ke-75 RI. Warga dipersilakan menggelar tirakatan dengan menaati protokol pencegahan Covid-19. Hal itu sesuai dengan surat edaran (SE) Sekda Klaten bernomor 003/483/01 tertanggal 10 Agustus 2020.

Pada SE tersebut disebutkan Pemkab Klaten tidak melarang adanya tirakatan HUT ke-75 RI. SE itu merevisi SE sebelumnya yang menyebutkan peniadaan malam tirakatan, baik di tingkat RT/RW, desa/kelurahan, dan kecamatan.

"SE sebelumnya bukan melarang [tirakatan] tetapi meniadakan dengan pertimbangan perkembangan Covid-19," kata Sekda Klaten, Jaka Sawaldi.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom