Kulanuwun Juliyatmono (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Otonomi daerah membuat kepala daerah gencar membangun wilayah untuk mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat. Bagaimana pencapaian kepala daerah dan upaya apa yang harus dilakukan?

Berikut wawancara wartawan Solopos, Sri Sumi Handayani, dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Sebetulnya bagaimana sih rasanya jadi kepala daerah (bupati)?

Itu tinggal filosofi masing-masing, nawaitu untuk mengambil pengabdian di jabatan seperti apa. Motivasi, filosofi menentukan cara merasakan saat dipercaya menjadi kepala daerah. Itu penting.
Saya dulu orang kampung dan saya merasakan era Orde Baru. Betapa elite birokrasi. Lihat pejabat itu luar biasa, disentuh susah. Mau ketemu camat saja susah setengah mati (saat itu). Itu yang selalu terbayang dalam diri saya, yakni susah, elite, dan angker.
Apa hebat betul? Itu memotivasi saya sampai harus mengabdi. Saya ingin buktikan apa yang saya alami saat itu jangan sampai dirasakan masyarakat sekarang.

Keseharian Anda sebagai kepala daerah seperti apa?

Saya sejak kecil senang berkumpul, berorganisasi. Hari-hari diikuti dengan canda tawa, ketemu siapa pun. Kalau sehari enggak kumpul, gojek dengan siapa pun itu rasanya lebih baik mati. Kalau tidak ada aktivitas, saya cari, bikin kegiatan.
Bukan mengikuti jadwal kegiatan pemerintahan. Justru saat enggak ada kegiatan saya bisa ketemu dengan banyak orang dan mendapat banyak ide dan gagasan. Wedangan, mengobrol. Saya hidup dengan suasana itu. Semua dilakukan spontan.

Bagaimana kepuasan masyarakat terhadap kinerja Anda selama memimpin?

Kalau disampaikan sendiri itu subjektif. Ada alat ukur. Tiap tahun lewat survei yang hasilnya untuk saya sendiri, berapa dari program yang diterima sesuai harapan masyarakat. Dua tahun sebelum periode pertama berakhir itu hasil survei nyaris di atas 90 persen mereka menerima dan menikmati program sesuai harapan.
Itu motivasi bahwa apa yang saya rancang dan programkan itu menjawab apa yang diinginkan. Saya menikmati dengan bertemu masyarakat. Saya enggak pernah terima laporan dari pejabat karena pasti laporannya mantap, kondusif, terkendali. Itu formal, seremoni. Saya dengar langsung tanpa laporan. Whatsapp dan SMS terbuka dengan siapa pun. Tidak ada jarak sama sekali.

Tahun 2020 ini, Anda mau membawa Karanganyar ke arah mana?

Tema besar, visi besar kami lima tahun, yakni 2019-2024 itu berjuang bersama memajukan Karanganyar. Maju itu spiritnya. Makanya selalu kami kasih tagline maju setiap tahun. Kemarin (2019) Karanganyar Maju dan Berintegritas. Ini (2020) Karanganyar Maju dan Tangguh.
Integritas itu sifat dasar supaya modalnya kuat. Tangguh itu menghadapi kompetisi apa pun tangguh menjaga, membela, dan mandiri dengan kekuatan sendiri dalam semua aspek. Utamanya program menurunkan angka kemiskinan.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat berbincang on air di Solopos FM, Selasa (7/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
Bupati Karanganyar, Juliyatmono, saat berbincang on air di Solopos FM, Selasa (7/1/2020). (Solopos/M. Ferri Setiawan)

Itu akan saya pimpin sendiri. Kami siapkan single data. Saya akan bergerak dengan data. Miskin seperti apa harus riil. Itu akan kami dekati, intervensi program. Supaya keluar dari zona miskin ini apa yang dibutuhkan. Itu kami tindak lanjuti. Ketangguhan terhadap ketahanan dia dan keluarga.

Mengelola ASN yang banyak agar sejalan dengan visi misi Anda. Ada kiat khusus?

ASN itu secara tupoksi mewujudkan visi misi bupati dan perda RPJMD. Birokrasi dipimpin sekda mengoordinasikan semua fungsi. Bikin program. Misalnya khusus fokus semua menurunkan angka kemiskinan.
Variable dan dinas teknis banyak. Misalnya seperti apa turunkan angka kemiskinan? Lewat pendekatan infrastruktur. Program itu gotong royong sinergi semua OPD.

Anda memutasi 422 pejabat belum lama ini. Pasti menimbulkan pro dan kontra. Bagaimana strategi memotivasi ASN setelah mutasi agar kerja maksimal?

Salah satu hal yang dihindari adalah memutasi. ASN pasti ada yang suka atau tidak suka. Itu susah. Karanganyar mungkin paling jarang ada mutasi pejabat. Saya paling menghindari itu.
Rasane ora tega, pekewuh, iya nek pas, yen ora pas, nek gela? Nah makanya saya pelajari masing-masing orang itu melalui data di sistem informasi kepegawaian. Oh, ini pernah di sini, kompetensi cocok begini.
Saya tata dengan baik. Alhamdulillah yang saya dengar mungkin sedikit yang tidak puas. Secara umum sesuai kebutuhan. Kami motivasi bahwa semua sama, tidak ada yang dirugikan. Yuk kerja bersama. Semua sudah ada ukurannya.

Soal perusakan hutan di Gunung Lawu yang viral akhir-akhir ini. Apa komentar Anda soal itu?

Izin semua di Perum Perhutani. Pemkab tidak dikasih tahu. Saya suruh beri tahu setelah kejadian itu. Semua data kerja sama dengan Perhutani, kasih tahu dong supaya kami ikut mengawasi, supaya tidak menyalahgunakan fungsi hutan.
Kami juga punya program Karanganyar Ijo Royo-Royo. Bikin tangkapan, sumur resapan supaya cadangan air tetap ada di Gunung Lawu. Perusakan kemarin viral dan sudah selesai.
Ramai-ramai tanam kembali pohon dan membangkitkan soliditas pencinta lingkungan. Makin keren dan intensif jaga Lawu. Ada manfaatnya viral di media sosial karena membangkitkan soliditas kembali melakukan penghijauan Lawu.
Hikmahnya siapa pun jadi lebih hati-hati sekecil apa pun di mana pun kita kalau terjadi perusakan semua tahu.

Seberapa penting hutan Lawu bagi Karanganyar?

Sangat penting, strategis. Itu dari Tuhan. Diciptakan saja harus disyukuri. Saya kira rahasianya di situ harus tahu. Gunung itu untuk keseimbangan alam dan kesejahteraan. Keindahan (Lawu) luar biasa. Perlu dijaga dan dirawat baik karena sumber air di Soloraya sebagian besar dari lereng Gunung Lawu.
Gunung Lawu menyimpan kandungan air di samping keindahan. Dulu sejuk, dingin sekarang tidak. Kami coba angkat itu, kami gerakkan warga supaya gemar menanam. Sedekah alam itu dengan menanam.

Soal mobil dinas Rubicon yang juga viral, apakah ada komentar soal itu?

Itu kan dari mana sudut pandang melihat. Dari sisi kami, pemerintah, tidak ada yang dilanggar. Itu tidak enak dinaiki, tidak nyaman karena untuk kerja. Bukan kendaraan untuk senang-senang. Kami membutuhkan ketangguhan, bukan untuk gagah-gagahan.

Target Anda untuk tahun-tahun ke depan apa?

Pertama infrastruktur tertata dengan rapi, bagus, jalan mulus, saluran air tertata baik, hijau, terang benderang kalau malam. Masyarakat egaliter, terbuka, pintar, demokratis. Semua harus punya aktivitas ekonomi dan visi saya semua harus bahagia. Obsesi saya seperti itu.

Kalau sudah tidak menjadi bupati, Anda punya keinginan menjadi apa?

Jadi warga biasa, menikmati bersama masyarakat. Tetapi kalau masih hidup dan masih ada, saya ingin berbakti memberikan yang terbaik bagi semuanya.

Pesan untuk tokoh politik yang berlaga di pilkada serentak 2020?

Kepada seluruh calon yang akan berkompetisi di pilkada khususnya di Soloraya, awali lah dengan niat yang baik dan jangan berpikir kalah menang mesti harus menyakiti yang lain.
Siapa pun yang terpilih pasti sudah dapat rida dan dipilih Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadikan kompetisi sebagai jualan gagasan agar semua berpikir hidup, semua nyaman. Yang terpilih dan tidak sama-sama menghargai ide dan jangan melukai perasaan satu sama lain.

Pesan Anda untuk warga Karanganyar?

Tetap mencintai Karanganyar, tetap positif, dan berbaik sangka kepada siapa pun.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten