Juliyatmono: Pandemi Jadi Momentum Karanganyar untuk Lebih Maju dan Tangguh
Talkshow virtual bertema Karanganyar Maju dan Tangguh yang disiarkan secara online di kanal Youtube Solopos TV, Jumat (20/11/2020).

Solopos.com, SOLO--Pandemi Covid-19 menjadi ujian sekaligus momentum bagi Kabupaten Karanganyar berbenah untuk lebih maju dan tangguh lagi.

Hal itu diungkapkan Bupati Karanganyar dalam talkshow virtual bertema Karanganyar Maju dan Tangguh yang disiarkan secara online di kanal Youtube Solopos TV, Jumat (20/11/2020).

Menurut Juliyatmono, slogan Karanganyar Maju dan Tangguh sebenarnya sudah dirancang setahun lalu. Menurutnya untuk menyemangati jajaran dan juga masyarakat, di masa pemerintahannya setiap tahun memiliki slogan yang berbeda. Pada 2019 ditetapkan slogan Karanganyar Maju dan Berintegritas,
2020 Karanganyar Maju dan Tangguh, 2021 Maju dan Berdaya Saing, 2022 Maju dan Mandiri, dan 2023 Maju dan Mantap.

Sebelum pandemi, imbuh Juliyatmo, untuk tahun 2020 sebenarnya pihaknya telah menyiapkan perangkat pemerintah dan masyarakat Karanganyar agar memiliki
mentalitas yang tangguh terutama mental menghadapi derasnya kemajuan terutama derasnya disrupsi teknologi. Mengingat perkembangan teknologi begitu deras.  Juliyatmono pun memberikan contoh seperti Gojek yang saat ini sudah ada di mana- mana.

"Ternyata kita malah dapat ujian dari Tuhan berupa Covid-19. Maka di awal saya sudah sering berpesan kepada masyarakat, jangan panik. Panik itu separuh
sakit. Tenang itu separuh obat dan sabar itu awal dari sembuh. Karena tidak mungkin Tuhan memberi ujian tidak ada hikmah. Justru kita di tengah situasi
ini. Ujian ini harus kita maknai sebagai peluang untuk merebut masa depan yang lebih gilang gemilag," ujarnya.

Mengungkap Khasiat Herbal Pendukung Imunitas Tubuh Lawan Covid-19

Tetap Produktif

Dari aspek anggaran pemerintah dan DPRD sepakat untuk menyiapkan mengalokasikan anggaran untuk jaring pengaman sosial atau social safety net. Namun menurut Juliyatmono, social safety net tersebut hanya sebagian kecil dari keperpihakan pemerintah bagi yang masyarakat yang memang membutuhkan.

"Tapi modal sosial lingkungan jauh mahal. Empati dan simpati masyarakat yang kita gerakkan, kekuatan yang kita optimalkan untuk saling membantu dan
peduli. Kalau semua bertumpu pada pemerintah, maka pemerintah tidak akan sanggup. Pemerintah akan menyiapkan hal-hal yang bersifat emergency,"ujarnya.

Hal ini juga bertujuan agar masyarakt tidak terlalu terpuruk. Justru yang diungkit adalah peluang ini bisa dioptimalkan masyarakat sekalipun di rumah tapi tetap
produktif. Misalnya pada HUT Karanganyar kemarin pihaknya menggelar lomba olahan makanan dan memperbanyak UMKM.

Dijelaskan Juliyatmono, saat ini ada 39 toko modern Indomaret di Karanganyar dan sudah ada sedikitnya 19 produk UMKM yang masuk ke sana. Kesempatan ini  akan diberikan kepada masyarakat.

"Orang itu kalau sudah kepepet apa saja bisa jadi rezeki dan biasanya malah kreatif. Hal inilah yang akan menumbuhkan ketangguhan personal,"ujarnya.

Juliyatmono juga mengatakan tentang target menciptakan 10.000 pelaku usaha yang diyakininya sudah tercapai. Namun menyongsong masa depan dan untuk
menciptakan daerah yang maju, setidaknya harus ada 20 persen pelaku usaha.

Untuk itu pihaknya terus melakukan berbagai upaya dengan memperbanyak produk masyarakat. Selain ada 19 produk yang sudah masuk ke jaringan Indomaret,
masih ada ratusan produk yang masih dikurasi. Pihaknya juga menjaga agar ada kontinuitas produksi tetap terjaga.

Pihaknya juga menyiapkan balai latihan kerja yang saat ini tidak pernah sepi dari kegiatan pelatihan dan setelah lulus para peserta akan diberi alat produksi. Pihaknya juga mendorong pembukaan kawasan wisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, hingga menggelar pameran tanaman hias.

Masyarakat Tak Tertib, Satpol PP Karanganyar Wacanakan Hajatan Tanpa Kursi Tamu

Smart City

Juliyatmono juga sudah menyiapkan program Smart City terkait pelayanan publik. Dia pun optimistis Karanganyar yang tahun ini tidak menggelar Pilkada, sehingga langkahnya akan lebih cepat.

"Semua pelayanan pemerintah nanti akan dipantau lewat aplikasi, perizinan lewat aplikasi, orang tidak perlu repot ke kantor. Kalau ini proyek pemerintah kegiatannya akan dipantau setiap hari. Semua kepala dinas kegiatannya akan bisa dipantau harian. Semua menunggu APBD direalisasikan. Besok mulai Januari semua kegiatan akan mulai dijalankan. Peran masyarakat juga bisa ikut terlibat akan recovery setelah pandemi,"ujarnya.

Sementara itu DPRD Karanganyar, Bagus Selo mengatakan akan mendukung upaya pemerintah dalam penyerapaan anggaran untuk masyarakat.

"Harapan kami kepada pemerintah agar pembangunan yang sifatnya padat karya segera direalisasikan. Supaya perekonomian masyarakat tertolong. Kita optimistis dan positif, bahwa visi Bupati tidak sekadar jargon," ujar Bagus Selo.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom