Juli 2020, Okupansi Hotel Bintang Empat Plus di Solo Melejit
Petugas Housekeeping membersihkan gagang pintu di The Sunan Hotel Solo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Okupansi hotel bintang empat plus di Solo naik paling signifikan jika dibandingkan dengan hotel berbintang lainnya pada Juli 2020. Tingkat penghunian kamar (TPK) pada hotel bintang empat plus ini sebesar 29,31% atau naik 12,14% dibandingkan pada Mei 2020.

Tambah 2 Lagi Pasien Positif Covid-19 Solo Meninggal Dunia, Total Jadi 19 Orang

Namun demikian, persentase ini turun 42,31% daripada Juli 2019 yang mencatatkan TPK sebesar 71,62%. Hal ini merujuk pada perkembangan pariwisata dan transportasi udara di Solo pada Juli 2020 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Solo.

Kepala BPS Solo, Totok Tavirijanto, mengatakan TPK hotel bintang di Kota Solo pada Juli 2020 tercatat sebesar 28,62% atau mengalami kenaikan sebesar 9,21% dibanding TPK Juni 2020 yang tercatat sebesar 19,41%. Sedangkan TPK tertinggi tercatat sebesar 35,43% terjadi pada hotel bintang dua dan TPK terendah pada hotel bintang tiga yang hanya mencapai angka 19,68%.

“TPK hotel bintang empat plus naik paling signifikan dibandingkan dengan hotel berbintang lainnya pada Juli 2020,” ujarnya, kepada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Innalilahi! Idan Separo Meninggal, Kondisi Terakhirnya Bikin Prihatin

Totok menjelaskan penurunan TPK paling banyak terjadi pada hotel bintang empat plus pada Juli year on year (yoy), yakni dari 71,62% (2019) menjadi 29,31% (2020). Sedangkan hotel bintang lainnya, bintang tiga dari 57,68% (2019) menjadi 19,68% (2020), bintang dua 55,98% (2019) menjadi 35,43% (2020), dan bintang satu dari 35,09% (2019) menjadi 24,89% (2020).

Hotel Bintang Empat Plus Tertinggi

Di sisi lain, kenaikan TPK paling tinggi terjadi pada hotel bintang empat plus pada Juni 2020 jika dibandingkan Juli 2020, yakni sebesar 12,14%. Sementara paling rendah pada hotel bintang dua sebesar 5,43%.

Di samping itu, rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang pada Juli 2020 mencapai 1,4 hari atau naik 0,09% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 1,21 hari. Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang yang terlama terjadi pada hotel bintang empat plus, yakni 1,71 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap yang terendah terjadi pada hotel bintang satu, yakni 1,07 hari.

Pekan Depan, 54 SMP di Boyolali Mulai Sekolah Tatap Muka

Sementara itu, Public Relations Fave Hotel Solo, Nonik Ratna Dewi, mengatakan okupansi dua hotel Fave di Manahan dan Solo Baru sekitar 70%. Menurutnya, persentase tingkat keterisian kamar hotel ini makin membaik di tengah adanya wabah pandemi Covid-19.

“Memang okupansinya tidak sebanyak seperti saat sebelum pandemi, tapi angkanya sudah bagus. Bahkan, kalau saat akhir pekan bisa di atas 100-an kamar laku dipesan. Kalau agenda meeting memang rendah selama pandemi, tapi kami terbantu dengan acara akad atau pernikahan,” jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom