Jubir Vaksin Covid-19 Pinjam Uang Gegara Karantina Dibisniskan? Hoaks!
Ilustrasi karantina. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO — Sebuah akun Whatsapp mencatut nama Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, meminta sejumlah dana. Akun itu diduga mengarah kepada penipuan dengan modus peretasan akun Whatsapp demi menebar kesan karantina Covid-19 telah dibisniskan.

Dalam gambar tangkapan layar itu terlihat percakapan antara oknum yang mencatut nama Siti Nadia dengan seorang warga. Oknum itu hendak meminjam uang sebesar Rp15 juta. Uang itu akan diberikan kepada kerabatnya yang sedang mengalami musibah. Oknum juga meminta uang itu ditransfer ke rekening tertentu.

Punya saldo buat sy pinjam dulu gak..??. Mbank sy masih trobke ni..sy harus kirim ke kerabat karna ada musibah dadakan sy balikin dana besok agak siangan ya. Urget..!!” tulis oknum itu seperti terlihat dalam tangkapan layar percakapan melalui Whatsapp.

Baca Juga: 4 Zodiak Ini Kata Astrologi Keras Kepala...

Hasil penelusuran Solopos.com menemukan nomor Whatsapp Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes diretas meski belum diketahui pasti kapan peretasan itu terjadi.

Hal itu dibenarkan oleh Siti Nadia melalui nomor berbeda. “Bapak/Ibu mohon maaf no WA saya di-hack, mohon mengabaikan pesan yang disampaikan, izin saya menggunakan nomor WA ini,” kata Siti Nadia kepada CNNIndonesia, Rabu (23/2/2021).

Whatsapp, Covid-19, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi
Whatsapp Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi. (Solopos.com-Istimewa)

Modus Penipuan

Berdasarkan uraian di atas, klaim bahwa Siti Nadia meminjam uang untuk kerabatnya yang terkena musibah adalah keliru. Hal ini termasuk hoaks dengan kategori konten tiruan dengan kesan karantina Covid-19 dibisniskan.

Baca Juga: Peluang Bisnis Bakso Waralaba

Modus meretas akun Whatsapp dan mengirim pesan kepada sejumlah kontak yang di aplikasi untuk meminjam sejumlah uang dicurigai sebagai modus penipuan. Lina, 31, menceritakan pengalamannya menjadi korban peretasan Whatsapp.

Kepada Okezone.com, ia bercerita tidak pernah menyadari bahwa kode One-Time Password (OTP) yang masuk ke ponselnya adalah upaya peretasan. Ia mengirimkan kode itu ke sebuah nomor Whatsapp yang mengaku sebagai kasir minimarket. Oknum yang mengaku kasir menyebutkan ia salah mengirimkan kode voucer gim.

Tak lama kemudian, Lina menerima pemberitahuan bahwa nomor telepon yang dipakai untuk Whatsapp tak lagi terdaftar di ponselnya. Lina menceritakan oknum lantas mengontak sejumlah orang di dalam aplikasi Whatsapp-nya. Pelaku berhasil menggondol Rp3,5 juta dari tiga orang selama 12 jam akun whatsapp itu diretas pelaku.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Berita Terkini Lainnya








Kolom