Tutup Iklan

Jubir Prabowo-Sandi Samakan Ahmad Dhani dengan John Lennon

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengklaim Ahmad Dhani seperti musisi legendaris asal Inggris John Lennon. Dahnil beralasan keduanya sama-sama mengkritik pemerintah.

Jubir Prabowo-Sandi Samakan Ahmad Dhani dengan John Lennon

SOLOPOS.COM - Terpidana kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani mengacungkan kedua tangan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (28/1/2019). (Antara-Sigid Kurniawan)

Solopos.com, JAKARTA — Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengklaim Ahmad Dhani seperti musisi legendaris asal Inggris John Lennon. Dahnil beralasan keduanya sama-sama mengkritik pemerintah.

Dahnil mengatakan bahwa mereka yang sudah matang dalam belantara musik kemudian merasa harus ada perubahan lebih baik di negaranya. Jika pentolan The Beatles itu melakukannya di Inggris, kata Dahnil, Ahmad Dhani juga memilih jalur politik.

“John Lennon itu juga begitu matang sebagai musisi kemudian memilih jalan politik untuk mengkritik. Nah Mas Dhani melakukan hal serupa,” katanya di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Dahnil mengatakan bahwa Sandiaga Uno mengaku bangga ada musisi yang mau berjuang bersama-sama dengannya dan Prabowo Subianto. “Seharusnya [Dhani] bisa menikmati hidup yang super selebrasi ya, serba mewah dengan kehidupan dia sebagai artis. Dan itu bagi saya adalah good entry atau langkah yang positif,” jelasnya.

Dhani yang kini mencadi caleg Partai Gerindra itu hari ini dijenguk Dahnil dan Sandiaga di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta. Menurutnya, dia kini bisa melihat kondisi rutan atau lembaga pemasyarakatan. “Lapas kita itu kan hampir crowded sekali over capacity bahkan sampai 400% lebih,” kata Dahnil.

Dhani divonis 1,5 tahun kurungan penjara atas kasus ujaran kebencian. Vonis itu dibacakan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Senin (28/1/2019) lalu. 

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana dengan sengaja serta menyebar informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kepada masyarakat tertentu berdasarkan unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Selain kasus itu, pentolan Dewa 19 ini masih harus menjalani persidangan kasus lain, yaitu kasus ujaran "idiot" saat menggelar Deklarasi #2019GantiPresiden di Hotel Majapahit, Surabaya, Minggu (26/8/2018) silam. Kasus ini akan disidangkan pekan depan di PN Surabaya. Pihak PN Surabaya memohon perpindahan lokasi penahanan Ahmad Dhani di Surabaya guna mempermudah persidangan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Begini Menag Sikapi Keputusan Haji 2021 Arab Saudi

Menteri Agama Yaqaut Cholil Qoumas menyatakan pemerintah tidak lagi fokus pada penyelenggaraan ibadah haji 2021 setelah keputusan Arab Saudi.

Angka Kematian Akibat Covid-19 di India Diragukan

Angka kematian resmi akibat virus corona di India semakin diragukan, seperti di Bihar yang temuan ribuan kasus Covid-19 tidak dilaporkan.

15 Anggota KKB Papua Dilumpuhkan, 4 Tewas Ditembak

Satgas Nemangkawi menundukkan kelompok kriminal bersenjata atau KKB yang diklasifikasikan teroris di Papua.

Film Hong Kong Bakal Dikekang UU Keamanan Nasional

Hong Kong menginstruksikan sensor film apa pun yang dinilai bertentangan dengan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh China tahun lalu.

Songsong Pilkada 2024, Puan Maharani Konsolidasikan PDIP di Jatim

Baliho bergambar Ketua DPR Puan Maharani bermunculan di Jawa Timur menjelang Pemilihan Presiden 2024 dan Pilkada 2024.

Ditinjau Menteri PUPR, Proyek Pintu Air Demangan Baru Capai 60%

Selain kondisi pintu air Demangan lama yang sudah mengkhawatirkan, terjadinya perubahan iklim turut mengubah debit air sungai.

Kim Jong-un Sebut K-Pop Seperti Kanker Ganas

Pimpinan tertinggi Korea Utara Kim Jong-un menyebut hallyu atau Korean wave bagaikan kanker ganas yang merusak anak muda Korea Utara.

Asyik, Wisata Kuliner Pasar Doplang Wonogiri Mulai Buka

Wisata Pasar Doplang Wonogiri khusus menyajikan kuliner/penganan tradisional dengan mengadopsi konsep transaksi zaman dahulu.

Teken MoU dengan LSPPO, FP UNS Bekali Lulusan dengan Kompetensi Pertanian Organik

FP UNS bakal menjadi tempat uji kompetensi dan membekali lulusan dengan sertifikat kompetensi bidang pertanian organik.

Kediri Canangkan Gempur Rokok Ilegal

Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur menggandeng Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai untuk mencanangkan kampanye Gempur Rokok Ilegal.

Waduh, Ada Titik Api Baru di Pembatas Tangki Pertamina Cilacap

Pihak Pertamina Cilacap menjelaskan ada titik api baru di area 39 yang menjadi lokasi kebakaran tangki di kawasan kilang Jumat malam.

Christian Eriksen Kolaps, Denmark Vs Finlandia Dihentikan

Christian Eriksen tersungkur ke lapangan saat menerima bola lemparan ke dalam di sisi kanan pertahanan Finlandia.