Jubir Penanganan Corona Indonesia: Vaksin Corona Belum Ditemukan!
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, SOLO - Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona atau Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan belum ada vaksin khusus untuk menangani pasien corona. Dia menegaskan pasien positif corona yang sembuh sejauh ini berkat imun yang dimiliki tubuh.

Hal itu dikemukakan Yuri dalam jumpa pers, Kamis (19/3/2020). Dia mengakui ada beberapa negara yang melakukan penelitian untuk menemukan vaksin corona. Namun secara definitif tidak bisa dikatakan vaksin khusus corona.

3 Warga Positif Corona, 17 Rumah di Mojosongo Diisolasi

"Bahwa sampai dengan hari ini riset penelitian yang dilakukan oleh WHO dengan menghimpun semua ahli virus di dunia masih belum mendapatkan suatu kesepakatan yang bisa dijadikan standar dunia terkait dengan pengobatan, spesimen pengobatan yang definitif terhadap Covid-19," katanya.

"Beberapa uji coba telah dilaksanakan di berbagai negara. Semuanya memang memberikan gambaran-gambaran yang baik, tetapi masih belum menjadi suatu standar dunia. Oleh karena itu sampai dengan saat ini secara definitif drug of choice obat yang pilihan untuk Covid-19 ini belum dikatakan, demikian untuk vaksin masih belum didapatkan," jelasnya.

Terkait kesembuhan pasien, Yuri menegaskan mereka sembuh karena imun yang baik di dalam tubuh. "Faktor imunologi yang memang sangat baik dari pasiennya menjadi faktor yang menentukan kesembuhannya," tutur Yuri.

Penjualan Samsung Galaxy S20 Lesu, Dampak Corona?

"Oleh karena itu berita tentang ditemukannya obat atau vaksin masih kita tunggu. Kita berharap kerja keras dari semua ahli virus mudah-mudahan bisa memberikan hasil dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga kita kemudian juga bisa menggunakan itu bersama," tandas Yuri.

Bertambah

Dalam jumpa pers tersebut, Yuri juga mengungkapkan adanya penambahan kasus positif corona di Indonesia hingga Kamis (19/3/2020) siang WIB. Saat ini jumlah pasien positif corona di Indonesia mencapai 309 orang. Jumlah itu bertambah 82 orang dibanding kemarin.

Pihaknya mengimbau masyarakat Indonesia untuk menghindari keramaian. Hal ini dianggap sebagai langkah efektif untuk menghindari penularan virus corona di Indonesia. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga pola hidup sehat dan rajin mencuci tangan.

Pelayanan Dispendukcapil Sragen Berubah, KTP dan KK Dilayani Online Mulai Senin 23 Maret

Dalam konferensi pers tersebut, Achmad Yurianto sempat menyinggung bahwa pemerintah saat ini tengah mengkaji soal penerapan rapid test dengan memanfaatkan darah sebagai spesimen. Namun dia belum mengungkap kapan tes itu akan mulai diterapkan.

Yuri juga menyatakan pemerintah akan melakukan screening massal untuk mengetahui rekam jejak pasien positif corona di Indonesia. Hal itu diharapkan bisa memutus rantai persebaran corona di Tanah Air.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho