Kategori: Sragen

Jualan Intip ke Hong Kong, BUMDesa Gawan Jadi yang Terbaik di Sragen


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN — Tiga Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dari 196 desa dinobatkan sebagai BUMDesa terbaik tingkat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dari hasil pengawasan daerah yang dilaksanakan Inspektorat Sragen, Rabu (18/11/2020). BUMDesa terbaik di Sragen itu mampu memasarkan produk intip hingga ke Hong Kong.

Selain kepada BUMDesa terbaik, Pemkab Sragen juga memberikan apresiasi kepada tiga desa lainnya yang mampu mengimplementasikan sistem keuangan desa (Siskeudes) terbaik.

Penghargaan atas prestasi desa itu serahkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sragen Dedy Endriyatno saat kegiatan Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) yang dilakukan Inspektorat Sragen lewat Zoom Meeting di Comand Center Setda Sragen, Rabu (18/11/2020) siang.

Tiga BUMDesa terbaik itu terdiri atas BUMDesa Soyo Ngremboko Desa Gawan, Tanon; BUMDesa Karya Mandiri Desa Kaliwedi, Gondang; dan BUMDesa Masaran Mandiri, Desa/Kecamatan Masaran. Sedangkan tiga desa yang melaksanakan Siskeudes terbaik terdiri atas Desa/Kecamatan Gesi, Desa Krikilan Kalijambe, dan Desa Sukorejo Sambirejo.

Hmmm... Petani 48 Tahun Ini Nikahi Bocah 13 Tahun untuk Jadi Istri Kelima

Penghargaan BUMDesa diwakili BUMDesa Soyo Ngremboko Gawan, Tanon. Kepala Desa Gawan, Sutrisno, hadir menerima penghargaan tersebut. Ia tak menyangka BUMDesa yang biasa memasarkan olahan intip itu bisa menjadi yang terbaik di Sragen.

"Saya tidak tahu kok bisa dapat penghargaan terbaik dari Pemkab Sragen. Prinsip kerja BUMDesa Gawan itu pemberdayaan masyarakat, yakni memberdayakan masyarakat untuk berproduksi dan produknya dijual lewat BUMDesa Gawan. Seperti produk olahan intip. Para ibu yang rata-rata petani bisa memproduksi intip. Lewat BUMDesa intip itu bisa dijual sampai ke Hong Kong, yakni lewat para TKI [tenaga kerja Indonesia]," ujar Sutrisno.

BUMDEsa Lain

Sutrisno menyampaikan kegiatan BUMDesa lainnya seperti membetuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk berdagang di Gawan Mart. Di bidang jasa, Sutrisno mengatakan BUMDesa juga hadir menerima jasa pembyaran listrik, pajak PBB, toko online, dan seterusnya.

ABG Berseragam Pramuka Dicekik & Dipukul di Kamar Hotel hingga Meninggal

Selain memasarkan olahan intip dan membentuk UMKM, Kepala Desa Gawan itu kini mulai merintis usaha pertanian dengan membuka toko pertanian dan diharapkan bisa menjadi salah satu pengecer pupuk di Sragen dengan menggandeng kelompok tani.

"Gawan memiliki delapan kelompok tani dengan luas sawah 222 hektare. Ini jadi potensi untuk bekerja sama dengan petani. Jadi kami tak hanya menyediakan pupuk dan obat-obatan pertanian dengan harga kompetitif tetapi ke depan juga bisa menjadi penampung beras petani. Kami ingin BUMDesa bisa menjadi penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," katanya.

Sutrisno segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Sragen agar BUMDesa dilibatkan dalam penyaluran BPNT, terutama untuk suplai sembakonya. Selama ini, Sutrisno menyampaikan BUMDesa sudah ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menyalurkan bantuan sembako selama enam bulan, yakni sampai Desember mendatang.

Share
Dipublikasikan oleh
Ginanjar Saputra