Tutup Iklan

Jual Mi Ayam Rp2.000, Warga Sragen Untung Rp200.000 Per Hari

Rumah sederhana dengan struktur atap dari bambu di Dukuh Grasak RT 037, Gondang, Sragen, itu mendadak ramai didatangi puluhan warga dari berbagai daerah sejak sepekan terakhir.

Jual Mi Ayam Rp2.000, Warga Sragen Untung Rp200.000 Per Hari

SOLOPOS.COM - Warung Mie Ayam Rp2.000 di rumah Ryan-Rika, Dukuh Grasak RT 037, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, Rabu (23/1/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SOLO -- Rumah sederhana dengan struktur atap dari bambu di Dukuh Grasak RT 037, Gondang, Sragen, itu mendadak ramai didatangi puluhan warga dari berbagai daerah sejak sepekan terakhir.

Di depan rumah itu terpampang spanduk bertuliskan “Mie Ayam Rp2.000.” Tulisan itulah yang menjadi daya tarik warga untuk mencoba merasakan enaknya mi semurah itu.

Tulisan itu pun menjadi viral di media sosial setelah Ryan, 24, pemilik rumah itu mengunggah di akun Facebook pribadinya Ryan Koclok.

Di dalam rumah Ryan terdapat dua meja dengan tempat duduk lesehan dari tikar. Dua meja itu digunakan untuk melayani pembeli yang pesan dan dimakan di tempat.

mi ayam 2.000Dua pemuda asal Kedawung, Sragen, menjajal mi ayam seharga Rp2.000 di warung Ryan-Rika, Dukuh Grasak RT 037, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, Rabu (23/1/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Ada beberapa orang yang duduk menunggu pesanan. Sementara di dapur, ternyata banyak orang berjejal antre pesan mi ayam buatan istri Ryan, Rika Septiana Dewi, 24, Rabu (23/1/2019).

Sejak buka pukul 11.00 WIB, Rika dibantu tiga saudaranya, Murni, Vira, dan Farida, melayani pembeli. “Mbak, saya dua dibungkus!” pesan Indra, 24, yang jauh-jauh datang bersama temannya, Kurniawan, 26, dari Desa Mojodoyong, Kecamatan Kedawung, Sragen.

“Iya, Mas. Ditunggu dulu, Mas. Pinarak!” timpal Vira.

Belum sempat Indra pindah tempat, tiba-tiba Fajar, 18, warga Grasak RT 009, Gondang, menyela. “Saya tujuh bungkus ya, Mbak!”

Pesan terus datang silih berganti. Tiga orang saudara Rika berbagi peran, ada yang merebus mi kering, menyiapkan bumbu, ada yang membungkus mi ayam lengkap dengan sausnya dengan plastik bening.

Sementara Rika menerima uang pembayaran dan memberi kembalian. Melihat antrean yang semakin menumpuk, Indra tak sabar.

“Mbak, saya tidak jadi dibungkus tetapi makan di sini saja,” katanya.

Sesaat setelah memilih makan di tempat, dua mangkuk berukuran kecil berisi mi ayam pun datang. Dua mangkuk mi ayam itu untuk Indra dan Kurniawan. Mereka juga memesan es teh.

“Rasanya lumayan. Sayangnya tidak ada kecap dan sambalnya. Kalau di Kedawung mi ayam harganya Rp6.000. Porsinya bisa tiga kali lipat mi ayam ini. Kami penasaran saja setelah viral di Facebook,” ujarnya.

Di sela-sela menikmati mi ayam porsi kecil itu, terdengar suara Salikhun, 55, warga asal Dukuh Tempursari Timur, Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Ngawi, Jawa Timur, yang memesan empat bungkus mi ayam seharga hanya Rp8.000.

“Kemarin anak saya beli. Sekarang minta dibelikan lagi. Empat bungkus ini, untuk saya dua bungkus, sisanya untuk istri dan anak. Rasanya tidak kalah dibanding mi ayam harga Rp8.000,” ujarnya.

Ryan dan Rika memulai usaha mi ayam Rp2.000 itu sejak musim liburan sekolah dua bulan lalu. Sebelumnya, Rika membantu buliknya berjualan mi ayam untuk anak-anak di MTsN Gondang.

Rika hanya membantu selama sebulan setelah itu ingin mencoba sendiri. Mula-mula, Ryan memasarkan mi ayam buatan istrinya secara online lewat akun pribadinya di Facebook.

“Saat awal-awal banyak yang mencemooh. Ada yang bilang ayam mati lah. Ada pula yang bilang merusak pasaran. Hal itu menyakitkan hati tetapi tidak saya ladeni. Kami hanya mencari rezeki yang halal saja,” ujar Ryan, yang bekerja sebagai buruh bangunan saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya.

Antar Pesanan

Ryan mengantar pesanan secara gratis. Pesanan terjauh dikirimkan Ryan hingga Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen Kota. Lambat laun, Ryan tak mengira ternyata justru menjadi viral di media sosial sejak sepekan terakhir.

Omzet yang didapat pada awalnya hanya Rp120.000-Rp150.000/hari. Kini omzetnya melejit dua kali lipat menjadi Rp350.000-Rp400.000/hari atau dengan keuntungan bersih sampai Rp200.000/hari.

Kalau pada awalnya buka dari pukul 09.00 WIB sampai malam. Kini, Ryan hanya cukup buka pukul 11.00 WIB dan pukul 14.00 WIB sudah habis.

“Ya, hanya bekerja dua jam saja. Sekarang baru satu jam sudah habis dua dus mi kering. Rata-rata sejak viral, kami bisa membeli daging setara dengan lima ekor ayam dari Pasar Gondang. Saat awal-awal hanya membeli daging seekor ayam,” ujarnya.

Ia juga terkejut saat dihubungi awak dari televisi swasta di Jakarta untuk bisa hadir dalam acvara live bersama Deddy Corbuzier. Ryan sudah biasa ke Jakarta tetapi istrinya belum pernah.

Ryan bersama istri dan dua anaknya yang masih belum sekolah serta budenya berangkat ke Jakarta pada Rabu sore. “Tiket sudah dibelikan untuk pulang pergi. Nantinya menginap di hotel juga. Saya tidak menyangka sampai bisa masuk televisi,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.