Jual Masker Mahal Lewat Facebook, Komplotan di Semarang Diringkus
Ilustrasi masker. (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SEMARANG — Komplotan penimbun masker dan cairan antiseptik di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) diringkus aparat Polda Jateng. Mereka menjual masker dan cairan antiseptik melalui Facebook dengan harga tinggi.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F. Sutisna. mengatakan pelaku sudah pernah mengirim barang timbunannya hingga ke luar Jateng "Jadi memang yang dilakukan oleh pelaku itu seperti mata rantai. Mereka sama-sama mensuport barang jika ada kekosongan," jelasnya di Maapolda Jateng, Rabu (4/4/2019).

Iskandar menerangkan pelaku melakukan proses transaksi jual beli secara online. Mereka memanfaatkan isu virus corona dan menaikan harga masker dan antiseptik.

"Biasanya masker hargnya cuma Rp30.000, mereka jual di online bisa sampai Rp275.000. Pelaku melakukan ini karena penghasilannya sangat menguntungkan," paparnya seperti dikutip Suara.com.

Sampai saat ini, pihak kepolisian sudah mengamankan tiga pelaku, yakni A, 45, M, 24, dan AU, 45. Ketiga pelaku tersebut merupakan warga Kota Semarang.

"Semua pelaku yang sudah kita amankan merupakan warga Kota Semarang. Pelaku sudah melakukan keterangan dan peta penjualannya. Untuk itu kami akan mendalami kasus ini," katanya.

Ia menambahkan, dua pelaku tersebut sudah memberikan keterangan terkait beberapa kantong penimbunan di luar Kota Semarang. Untuk itu, ia akan segera mengenjar penimbun alat kesehatan sesuai dengan keteranan para pelaku yang sudah diamankan di Polda Jateng saat ini.

"Pelaku sudah memberikan keterangan. Bahwa ada beberapa kantong yang ada di luar Kota Semarang," katanya.

Berdasarkan barang bukti yang telah diamankan Polda, salah satu pelaku sudah berhasil menjual 30 kardus masker secara online dari total 40 kardus yang telah dia siapkan. Para pelaku sudah melakukan transaksi jual beli sejak Febuari 2020.

"Para pelaku menjual masker melalui media Facebook. Di postingannya terdapat nomor kontaknya. Jadi itu awalmulanya mereka melakukan transaksi jual beli," paparnya.

Pihaknya, suda sejak lama curiga karena sepanjang Jalan Pantura mulai dari Brebes hingga Kendal sudah mulai langka stok masker. Untuk itu pihaknya menelusuri melalui Tim Cyber.

"Beberapa daerah di Jalan Pantura sudah meilai langka, akhirnya kita lakukan penelusuran melalui Tim Cyber," paparnya

Sampai saat ini barang bukti yang telah diamankan berupa 40 kardus besar 1 kardus ada 40 boks, 1 boks ada 50 buah, 30 kardus sudah terjual melalui online. Sisanya ada 10 kardus 4.000 lembar masker dan antiseptik 208 botol.

Sumber: Suara.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho