Tutup Iklan

Jual ke Penyedia Nikah Siri, Komplotan Pencuri Buku Nikah Diringkus

Aparat Polres Gunungkidul meringkus komplotan pencurian spesialis buku nikah dan akta nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri dan kawin kontrak.

 Ilustrasi buku nikah. (Dok. Solopos-Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi buku nikah. (Dok. Solopos-Antara)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Aparat Polres Gunungkidul mengungkap komplotan pelaku pencurian kartu nikah dan buku nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Patuk dan Playen. Komplotan ini sengaja menjarah kartu dan buku nikah untuk dijual lagi ke penyedia jasa nikah siri.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah, menjelaskan bahwa kasus ini berawal saat KUA Patuk dan Playen dibobol pencuri pada 5 Agustus 2021. Saat itu beberapa barang seperti laptop, 168 buku akta nikah, 122 lembar blangko surat nikah, 424 kartu nikah dan 70 duplikat buku nikah raib.

Mendapat laporan itu, polisi lantas melakukan penyelidikan dan akhirnya meringkus dua pelaku. Keduanya berinsial PH, 42, warga Bogor, Jawa Barat (Jabar) dan AA, 41, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Baca juga: Perhatian! Kampung di Gunung Kidul Ini Banyak Ditemukan Janda

“Untuk PH ditangkap 2 September dan AA pada 4 September. Sedangkan satu pelaku lagi, yakni ED masih kami buru,” ujar Aditya di Polres Gunungkidul, Rabu (13/10/2021).

Dari keterangan kedua pelaku, Aditya menyebut modus kelompok ini memang menyasar KUA. Mereka masuk ke KUA dengan mencongkel pintu.

“Dalam melancarkan aksinya pelaku pencurian menggunakan modus yang sama yaitu mencongkel pintu sebagai akses masuk mereka,” jelas Kapolres Gunungkidul.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Ryan Permana, menambahkan dari hasil pemeriksaan komplotan pelaku pencurian itu memang sengaja mengincar buku nikah dan kartu nikah. Setelah mendapatkan kedua benda itu, mereka menjualnya kepada penyedia jasa kawin kontrak atau nikah siri, maupun orang-orang yang hendak memalsukan status perkawinan.

Baca juga: Terungkap, Awalnya Atta Halilintar Mau Nikah Siri dengan Aurel

“Mereka menjual kartu nikah kosong ini kepada sindikat penyedia jasa nikah siri, kawin kontrak yang banyak terdapat di wilayah Bogor,” ujarnya.

Untuk hasil pencurian di dua KUA di Gunungkidul itu, pelaku mengaku belum menjualnya. Untuk satu buku nikah dan kartu nikah dijual hingga jutaan rupiah.

“Dari keterangan, untuk kartu nikah dan buku nikah ini dihargai Rp1 juta sampai dengan Rp1,5 juta,” imbuhnya.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Banjir Lahar Dingin Merapi, Bupati Sleman Tetapkan Tanggap Darurat

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menetapkan status tanggap darurat bencana banjir lahar dingin Gunung Merapi.

Sleman Tetapkan Status Tanggap Darurat Banjir Lahar Dingin Merapi

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menetapkan status tanggap darurat banjir lahar dingin Merapi agar upaya penanganannya bisa lebih cepat dilakukan.

Kunjungi Seniman Bantul, Rachmat Gobel Pesan 6 Robot dari Motor Rosok

Wakil Ketua DPR RI, Rachmat Gobel mengapresiasi usaha kreatif Eri Sudarmono, 42, warga Bantul yang menyulap motor tua menjadi replika robot.

Libur Akhir Tahun Mau Ke Jogja? Ketahui Dulu 3 Lokasi Penyekatan Ini

Penyekatan akan kembali dilakukan Pemprov DIY di tiga lokasi pada libur Nataru mendatang. Akan ada pemeriksaan sampel pula untuk mendeteksi penyebaran Covid-19.

Dinas Kebudayaan DIY Salurkan Gamelan ke Pesantren, Jadi Media Dakwah

Dinas Kebudayaan DIY menyalurkan seperangkat gamelan kuningan pelog dan slendro kepada sejumlah pesantren.

Bikin Susah, Warga Nanggulan Tolak Penambangan Pasir Kali Progo

Sejumlah warga dari Kapanewon (Kecamatan) Nanggulan, Kulonprogo, mengeluhkan aktivitas penambangan pasir di sekitar Kali Progo.

Disdikpora Bantul Usulkan Gerakan Pasermas Lidi, Apa Maksudnya?

Disdikpora Bantul mengatakan, secara regulasi belum ada aturan yang mengatur keterlibatan masyarakat itu dalam dunia pendidikan.

Pemkot Jogja Tidak Lakukan Pendataan Jaminan Sosial 2021, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Jogja tidak mendata ulang keluarga sasaran jaminan perlindungan sosial pada 2021. Pemkot menggunakan data tahun lalu.

Ini Dia! Sosok Siskaeee yang Disebut Pamer Organ Vital di Bandara YIA

Sosok pengguna akun siskaeee tengah ramai dibicarakan setelah video viral perempuan yang memamerkan payudara dan alat vital di Bandara YIA.

Tak Ada CCTV, Tempat Diduga Siskaeee Pamer Payudara-Kelamin di YIA

Perempuan diduga Siskaeee melakukan aksi eksibisionisme di akses jalan penghubung antara lantai satu dan dua parkir Bandara YIA yang tidak terpasang cctv dan jarang dilalui orang.

Kata Bandara YIA Soal Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Parkiran

PT AP I (Persero) selaku pengelola Bandara YIA merasa dirugikan oleh perempuan yang melakukan aksi eksibisionisme, yakni pamer payudara dan kemaluan di lantai dua parkir Bandara YIA.

+ PLUS PKL Harus Pindah agar Malioboro Menjadi Mirip Orchard Road

Konsep besar yang segera direlisasikan adalah mengembangkan Malioboro menjadi seperti kawasan Orchard Road di Singapura. Basisnya adalah penataan dan pemberdayaan sumbu filosofis keraton dan Kota Jogja.

Polisi Kantongi Identitas Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di YIA

Polres Kulonprogo mengantongi identitas perempuan yang diduga melakukan aksi eksibisionisme di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Terbaru, Soal Kasus Perempuan Pamer Payudara dan Kelamin di Bandara YIA

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mendesak polisi menyelesaikan kasus video viral perempuan memamerkan payudara dan alat kelamin di Bandara YIA.

Geger Wanita Pamer Payudara di Bandara YIA Jogja, Ini Kata Polisi

Video viral seorang wanita pamer payudara di area Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) masih dalam penyelidikan polisi.