Jual Hewan Kurban di Pinggir Jalan di Sukoharjo Tak Dilarang Asalkan...

Hewan kurban yang dijual di pinggir jalan rawan terpapar virus penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun penyakit lainnya.

Senin, 27 Juni 2022 - 16:04 WIB Penulis: R Bony Eko Wicaksono Editor: Rohmah Ermawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penjualan kambing untuk hewan kurban. (Solopos/dok)

Solopos.com, SUKOHARJO – Para pedagang hewan kurban di Kabupaten Sukoharjo diimbau untuk mengurus pengajuan izin berjualan ke instansi terkait menjelang Iduladha. Hal ini dilakukan untuk memudahkan pemantauan dan pengawasan kondisi kesehatan hewan ternak terutama di pinggir jalan atau kampung.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP) Sukoharjo, Arif Rahmanto, mengatakan hewan kurban yang dijual di pinggir jalan rawan terpapar virus penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun penyakit lainnya. Karena itu, para pedagang hewan kurban diminta untuk mengajukan izin berjualan ke instansi terkait.

“Sampai sekarang, belum ada pedagang hewan kurban yang mengajukan izin berjualan. Mungkin pekan depan. Prinsipnya, kami tak melarang berjualan hewan kurban di pinggir jalan. Namun, harus mengajukan izin berjualan atau minimal pemberitahuan ke instansi terkait guna memudahkan pemantauan kesehatan hewan kurban,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (27/6/2022).

Arif menyampaikan tim petugas kesehatan bakal berkeliling ke lokasi lapak penjualan hewan kurban. Mereka memeriksa kondisi kesehatan hewan kurban untuk memastikan apakah terjangkiti virus PMK atau tidak.

Hingga Minggu (26/6/2022), lanjutnya, jumlah hewan ternak di Sukoharjo yang terjangkiti virus PMK sebanyak 851 ekor. Sebagian besar hewan ternak masih sakit dan mendapat penanganan khusus oleh dokter hewan. “Ada empat ekor sapi terpapar PMK yang mati dan 10 ekor sapi dipotong paksa oleh pemiliknya,” ujar dia.

Baca juga: Ini Asal Nama Sega Guwakan, Kuliner Khas Sukoharjo untuk Tamu G20

Lebih lanjut, dia menambahkan penyuntikan vaksin PMK untuk hewan ternak terus dilakukan hampir setiap hari. Saat ini, jumlah hewan ternak yang telah divaksin sekitar 300 ekor. Sementara jatah vaksin di Kabupaten Jamu yang diterima sebanyak 2.100 dosis.

Disinggung ihwal penyembelihan hewan kurban saat Iduladha nanti, Arif menambahkan pelaksanaannya merujuk pada surat edaran yang diterbitkan oleh Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Sebelumnya, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa tentang Hukum dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Kurban Saat Kondisi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Sementara itu, Ketua MUI Sukoharjo, Abdullah Faishol, menyatakan sesuai fatwa MUI, hewan ternak yang terpapar virus PMK dengan gejala ringan hukumnya sah dijadikan hewan kurban. Sedangkan, hewan ternak yang terpapar virus PMK dengan gejala klinis kategori berat hukumnya tidak sah dijadikan hewan kurban.

Baca juga: Peternak Sukoharjo Diminta Kandangkan Sapi Usai Divaksin PMK

Hewan ternak bergejala berat yang dinyatakan sembuh dalam rentang waktu antara 10 sampai 13 Dzulhijjah maka hukumnya sah dijadikan hewan kurban. “Umat muslim diimbau untuk membeli hewan ternak yang kondisinya sehat dan sesuai kriteria hewan kurban. Misalnya, hewan ternak yang cukup umur,” kata dia.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Jika Solo Jadi Ibu Kota Provinsi Soloraya, Maka... 47 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ini Keunggulan Desa Conto Wonogiri yang Jadi Desa Wisata Terbaik Jateng 2022 54 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Quick Response 110 Polres Sukoharjo Selamatkan Pemuda yang Nyaris Bunuh Diri 59 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Puluhan Penyandang Disabilitas Boyolali Galang Dana untuk Korban Gempa Cianjur 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Siap-Siap! Lokananta Solo Segera Bertransformasi Jadi Creative & Commercial Hub 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Unik! Pemilihan Ketua RT dan RW di Bareng Klaten Dilakukan secara Online 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Film Pendek, Pidato Inggris dan Arab Sumbang Emas Jateng di Pospenas IX Solo 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Granat Unwidha-Pengamen di Klaten Galang Donasi untuk Korban Gempa Cianjur 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Pesona Girpasang Klaten, Destinasi Wisata Dataran Tinggi Terbaik Se-Indonesia 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Harga Sembako di Pasar Sukoharjo Naik Jelang Nataru, Telur Paling Tinggi 3 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Bantu Korban Gempa Cianjur, Puluhan Seniman Reog Ponorogo Pentas di CFD Solo 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Gelar Pesta Nikah di Pura Mangkunegaran Solo, Kaesang dan Erina Catat Sejarah 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tujuh Sukarelawan Karanganyar Bantu Evakuasi Korban Gempa di Cianjur 4 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Wah, 10 Kereta Kencana Disiapkan untuk Kirab Pernikahan Kaesang-Erina di Solo 5 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Upacara Adang Sego, Simbol Raja Keraton Solo yang Mengayomi Rakyatnya 6 jam yang lalu