Jos! Sidowayah Klaten Kembangkan Millenial Smartfarming Biar Petani Nggak Punah

Konsep millenial smartfarming yang dikembangkan di Desa Sidowayah Klaten memadukan teknologi dan manajemen pertanian.

 Ilustrasi persawahan (Sumber: Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi persawahan (Sumber: Freepik.com)

Solopos.com, KLATEN — Pemerintah Desa (Pemdes) Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, mengembangkan konsep millenial smartfarming untuk mencegah kepunahan petani di desa setempat.

Sebagai informasi, saat ini petani di Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, didominasi warga yang sudah berusia sekitar 40 tahun-60 tahun. Di era modern, pemdes setempat kesulitan mencari sosok petani milenial di desanya.

“Kalau generasi petani tak dipikirkan, kami khawatir lahan pertanian akan mangkrak karena tak ada yang menggarap. Makanya perlu dikembangkan millenial smartfarming. Dengan demikian, pertanian dapat dilakukan melalui mekanisasi pertanian. Di sini juga ada pengembangan alga. Jika hasil pertanian bisa 3-6 kali upah minimum regional kabupaten (UMK), saya yakin banyak kawula muda yang terjun di dunia pertanian,” kata Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Mujahid Jaryanto, saat ditemui wartawan di desanya, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Kunjungi Klaten, Menko Airlangga Hartarto Tanam Padi Rajalele di Sawah

Dia mengatakan luas pertanian di desanya mencapai 183 hektare. Terjun ke dunia pertanian tak harus melulu mencangkul di sawah di bawah sinar matahari.

“Di Sidowayah juga punya alga [pupuk cair] yang fungsinya dapat menormalkan PH tanah. Itu yang mengelola anak-anak muda. Hingga sekarang, sudah ada 15 kawula muda di Sidowayah yang benar-benar tertarik di dunia pertanian,” kata Mujahid.

Konsep Pertanian Modern

Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Klaten asal Sidowayah, Hapsoro, mengatakan konsep millenial smartfarming yang dikembangkan di desanya memadukan teknologi dan manajemen pertanian. Dengan cara itu, konsep bertani menjadi modern.

“Harapannya, hasil pertanian dengan konsep millenial smartfarming juga bisa optimal. Jika dalam satu hektare itu umumnya menghasilkan 6 ton gabah. Kami mematok dapat menghasilkan 10 ton gabah. Kami juga ingin memanfaatkan lumbung padi,” katanya.

Baca juga: Wow, Alga Bikinan Pemuda Sidowayah Klaten Jadi Makanan Astronaut di Ruang Angkasa Hlo

Salah seorang petani milenial Sidowayah, Hartoyo, mengatakan usaha pertanian masih sangat menjanjikan jika digarap dengan baik. Dalam satu tahun, dirinya menyewa lahan seluas 3.000 meter senilai Rp7 juta.

Dalam bertani, dia memanfaatkan alat pendeteksi cuaca dan PH tanah. Dengan cara seperti itu, dirinya mengetahui waktu pemupukan bagi tanaman padinya.

“Saat ini juga ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. Saya sendiri pinjam Rp13 juta dengan bunga tiga persen. Harapannya, ke depan dapat pinjam hingga Rp50 juta,” kata Hartoyo.

Baca juga: Petani Tembakau di Klaten Tolak Rencana Kenaikan Cukai Tembakau

Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah telah memberikan kemudahan bagi rakyat dalam bentuk KUR. Hal itu termasuk dapat dinikmati para petani.

“KUR hingga sekarang sudah mendekati Rp190 triliun. Targetnya bisa senilai Rp285 miliar [serapan KUR],” katanya saat berkunjung ke Sidowayah, Jumat.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).

Alun-Alun Wonogiri Dibuka, PKL Wajib Ingatkan Konsumen Tak Bermasker

Pemkab Wonogiri membolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan lagi di kawasan alun-alun mulai Sabtu (16/10/2021) malam.