Tutup Iklan

Jos! Pasutri Asal Sragen Ekspor 1.000 Ton Beras ke Arab Saudi

Pasangan suami istri (pasutri) asal Krujon, Toyogo, Sambungmacan, Sragen, mendapat kontrak kerja untuk mengekspor 1.000 ton beras ke Arab Saudi.

 UBS dan Antam Kompak Naik, Simak Harga Emas di Pegadaian Jumat 30 Juli 2021

SOLOPOS.COM - UBS dan Antam Kompak Naik, Simak Harga Emas di Pegadaian Jumat 30 Juli 2021

Solopos.com, SRAGEN — Melisa Putri Hermadiyanti dan Wisnu Aditya Wicaksana, pasangan suami istri (pasutri) asal Krujon, Toyogo, Sambungmacan, Sragen, mendapat kontrak kerja untuk mengekspor 1.000 ton beras ke Arab Saudi. Pada tahap pertama, bos penggilingan padi, PT Cahaya Intan Jaya, itu telah mengekspor 18 ton beras pada 22 Juli lalu.

Tahap pertama pengiriman beras 18 ton itu dijadwalkan sampai di Jeddah, Arab Saudi, pada 16 Agustus mendatang. Ekspor beras itu dilakukan melalui jalur kapal menuju Arab Saudi.

“Berangkat pada 22 Juli, sampai Semarang. Nanti lewat Singapura, melalui jalur laut. Beras yang kami kirim kualitas premium, tingkat broken maksimum 5%,” jelas Melisa saat ditemui wartawan di PT Cahaya Intan Jaya, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Doa Agar Mudah Melahirkan Menurut Islam, Dibaca Suami ya!

Ekspor 1.000 ton beras itu ditarget selesai pada enam bulan ke depan. Sebelum ekspor, pasutri yang jadi bos penggilingan padi itu hanya melayani pesanan beras ke pelanggan lokal seperti di Solo, Jogja, Jakarta, Kalimantan Barat, Timika Papua dan lain-lain. Dalam sebulan, pasutri ini bisa memproduksi 1.000 ton hingga 1.200 ton beras kualitas premium. Untuk mendapatkan beras kualitas terbaik, mereka sengaja mengandalkan hasil panen petani lokal.

“Beras Sragen itu terkenal bagus. Warnanya putih dan rasanya enak. Kami memprioritaskan menyerap hasil panen petani Sragen. Jika dirasa kurang, kami baru menyerap hasil panen petani di Soloraya. Kalau di Soloraya habis, baru cari ke Jawa Timur,” terang Melisa.

Selain ke Arab Saudi, PT Cahaya Intan Jaya juga mendapat permintaan ekspor beras ke Brunei Darussalam. Akan tetapi, hingga kini permintaan ekspor beras ke Brunei itu belum bisa ditindaklanjuti karena PT Cahaya Intan Jaya masih fokus melayani ekspor ke Arab Saudi dan memenuhi permintaan lokal.

“Sebenarnya kalau hasil produksi tidak dikirim ke luar kota, sudah cukup [dikirim ke Arab Saudi]. Itu sebabnya, permintaan beras ke Brunei belum digarap,” ucapnya.

Sementara itu, keberhasilan pasutri asal Sragen yang mengekspor beras ke Arab Saudi itu mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, yang datang meninjau lokasi penggilingan padi itu pada Jumat siang. Kedatangan Mentan ke Sragen merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai petunjuk Pak Presiden, ketersediaan pangan itu harus benar-benar divalidasi di lapangan. Datanya berapa, di lapangan berapa. Kalau berasnya cukup, disiapkan untuk ekspor,” paparnya.

Mentan menegaskan pemerintah bakal memfasilitasi ekspor beras ke luar negeri. Tidak hanya kepada pengusaha besar, kata dia, pengusaha kecil juga mendapat kesempatan yang sama untuk dapat mengekspor beras. “Pangsa pasarnya bisa ke mana saja, tidak hanya ke Arab Saudi. Kita rencananya pada Agustus ada ekspor besar-besaran,” jelas Mentan.

Baca Juga: UBS dan Antam Kompak Naik, Simak Harga Emas di Pegadaian Jumat 30 Juli 2021

Ekspor beras di tengah wabah Covid-19, kata Mentan, menunjukkan ketahanan pangan Indonesia cukup bagus. Menurutnya, Covid-19 itu perlu dihadapi dengan dua hal yakni dari segi kesehatan dan ketahanan pangan warganya.

“Dari sisi kesehatan dengan cara memaksimalkan vaksin, menjaga protokol kesehatan dan lain-lain. Dan yang tak kalah penting adalah kesiapan makanan bagi rakyat. Sragen merupakan satu dari 10 daerah lumbung padi yang dapat perhatian serius untuk dikembangkan,” papar Mentan.

Berita Terkait

Berita Terkini

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.

Kejar Herd Immunity, Kapolres Klaten Tinjau Vaksinasi di SMPN 2 Wedi

Peninjauan Kapolres Klaten ke SMPN 2 Wedi guna memastikan vaksinasi di sekolah setempat berlangsung lancar.

Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

Desa Sendang, Wonogiri, menjadi desa terbaik se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik desa.

Ada Sekolah Langgar Prokes, Pemkot Solo Diminta Tak Sekadar Reaktif

Pemkot Solo diminta tidak hanya bersikap reaktif ketika ada sekolah melanggar prokes saat PTM namun juga melakukan pengawasan sistematis.

PJU Kembali Dinyalakan, Alun-Alun Wonogiri Terang Benderang

Dishub memadamkan PJU di ruas jalan raya tertentu sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, awal Juli 2021.

PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Sapi yang memiliki masalah dalam sistem reproduksi akan diobati dan dipantau selama tiga pekan ke depan. 

Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

Dalam Ranperda APBD 2022, struktur pendapatan daerah dalam APBD Boyolali tahun 2022 diestimasikan Rp2.278.633.677.000.

Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Vaksin rabies untuk hewan peliharaan ini digelar sebagai tindakan preventif dan mempertahankan status Jawa Tengah yang bebas rabies.

Baru 40-An Pelaku Usaha Ajukan QR Code PeduliLindungi lewat Pemkot Solo

Jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi melalui Dinas Pariwisata Solo masih minim, baru 40-an.

KPA Sragen Gelar Tes HIV di Gunung Kemukus Sasar Pekerja Hiburan

Pemkab Sragen kini punya alat khusus untuk memindai sidik jari warga jika menemui kelompok rentan HIV/AIDS yang tidak memiliki KTP.

Tol Solo-Jogja Lewati Saluran Irigasi, Petani Minta Air Tak Terganggu

Apa pun rekayasa yang dilakukan pelaksana proyek strategis nasional tersebut, petani meminta agar sawah mereka tetap mendapatkan suplai air.

Pemkab Sragen Tak Asal Tutup Sekolah Jika Ada Kasus Positif Covid-19

Tes swab antigen kepada pelajar SMP digelar untuk antisipasi munculnya klaster sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM).