Jos! Generasi Milenial Klaten Kembangkan Alga Demi Dukung Ketahanan Pangan
Lokasi pengembangan alga di Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Rabu (7/4/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Puluhan anak muda alias generasi milenial di Klaten berani melawan arus dengan menggeluti dunia pertanian. Sebanyak 30 generasi milenial memilih terjun ke dunia pertanian, tepatnya mengembangkan alga yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair atau pun mendukung ketahanan pangan yang kaya protein.

Kaum milenial itu memusatkan usaha mengembangkan alga di Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten sejak tahun 2018. Di lokasi itu, mereka mendirikan PT Algaepark Indonesia Mandiri.

Pengembangan usaha alga ini bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Sejauh ini, PT Algaepark Indonesia Mandiri telah berkontribusi ke peningkatan pendapatan asli desa (PADesa) Sidowayah.

Baca juga: Bupati Klaten: Bukber Puasa di Rumah Saja Ya!

"Umumnya, alga dikembangkan dengan air laut. Tapi di sini bisa dikembangkan dengan memanfaatkan air tawar. Alga ini kaya protein. Di Sidowayah ini, tanah pertanian rata-rata memiliki PH 4,5-5,0. Itu di bawah standar. Begitu tanah diberikan alga ini [pupuk organik], PH tanah bisa kembali normal menjadi 5,5 atau menuju 6,0," kata Direktur Utama (Dirut) PT Algaepark Indonesia Mandiri, Rangga Warsita Aji, saat ditemui Solopos.com, di Sidowayah, Polanharjo, Rabu (7/4/2021).

Rangga mengatakan pengembangan alga di Sidowayah dilakukan para kawula muda. Sebanyak 30 orang yang terlibat di dalamnya merupakan anak muda yang berusia di bawah 30 tahun.

"Lantaran tingginya protein dari alga, kami pun mengembangkan yang lain. Tak hanya digunakan memproduksi pupuk cair yang kebutuhannya 15 liter per hektare. Kami mengembangkan untuk sumber nutrisi [ketahanan pangan]. Kami produksi dalam bentuk powder atau serbuk. Produksi total kami saat ini mencapai empat ton per bulan. Pemasaran produk sudah merata ke berbagai daerah di Indonesia," katanya.

Baca juga: Dua Pengusaha Muda Asal Solo Berkolaborasi Bikin Sepatu Berkualitas, Harganya Terjangkau Banget!

Menurut Rangga, pengembangan alga di Sidowayah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna. Bibit alga dikembangkan di air tawar sebelum dipanen.

Begitu dipanen, alga dikeringkan dan dijadikan sebagau produk setengah jadi sebelum akhirnya dimasukkan ke unit produksi, di antaranya mendukung ketahanan pangan. Bahan baku alga itu bisa diolah menjadi bahan makanan, seperti mi. Selanjutnya bisa diproduksi menjadi facial soap, antioksidan, dan bermanfaat di bidang kesehatan tubuh lainnya.

"Dalam melihat pertanian jangan hanya dilihat sawahnya. Di dalam pertanian banyak sekali peluang. Berbekal alga ini, kami telah mantap terjun di dunia pertanian," katanya.

Baca juga: Padusan Ditiadakan, Wisata Air di Polanharjo Klaten Diprediksi Tetap Diserbu Pengunjung

Kepala Desa (Kades) Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Mujahid Jaryanto, mengatakan produk alga di daerahnya sudah mampu diterima oleh pasar. Produk tersebut juga telah terbukti membantu menetralkan PH tanah.

"Kebetulan di sini, sumber airnya berkualitas. Pengembangan alga ini juga menjadi bagian mengajak anak-anak muda agar bersedia terjun di dunia pertanian," katanya.

Hal senada dijelaskan Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Wawan Rohmad Widodo. Alga yang dikembangkan kaum milenial di Sidowayah telah memberikan manfaat di bidang pertanian dan kesehatan.

Baca juga: Buta Huruf dan Putus Sekolah, Warga Klaten Ini Jadi Pengusaha Top Punya 30 Karyawan

"Di Malang itu ada lahan yang digunakan sebagai tempat limbah pabrik. Tanahnya sama sekali tandus. Setelah digempur pupuk organik dari alga ini (chlorella Klaten/chloten), tanah itu kembali subur. Di Batang juga ada sampelnya. Penggunaan pupuk organik juga menghemat biaya produksi di pertanian," kata dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom