Jokowi Ungkap Penyebab Elektabilitasnya Menurun di Sumatra
Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (kedua kiri) dan Ma\'ruf Amin (kedua kanan) tiba di gedung KPU untuk melakukan pendaftaran di Jakarta, Jumat (10/8/2018). (Antara-Hafidz Mubarak A)

Solopos.com, JAMBI – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyebut penyebab turunnya elektabilitas dengan calon wakil presiden Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Kenapa [elektabilitas] kami di Sumatera turun? Termasuk di Jambi turun, walau sedikit? Problemnya karena harga komoditas turun CPO [crude palm oil] turun, karet turun, turun kok ditepuktangani bagaimana?" kata Jokowi di Hotel Abadi, Jambi, Minggu (16/12/2018).

Jokowi menyampaikan hal itu dalam pembekalan calon anggota legislatif dan rapat Tim Kampanye Daerah (TKD) di Jambi.

"Harga kelapa turun, harga global turun, pemerintah tidak mungkin menguasai pasar global karena itu mekanisme pasar. Saya berikan contoh misalnya sawit di Uni Eropa kita di-banned, di-block karena di sana ada bisnis yang mirip-mirip kelapa sawit yaitu minyak bunga matahari di Prancis, untuk melindungi itu minyak kita dipersulit," tambah Jokowi, sebagaimana dilansir Antara.

Karena penurunan harga komuditas itulah Jokowi menilai kepuasan publik dan elektabilitasnya menurun.

"Ini sebenarnya urusan bisnis, terus kita mau apa? Bolak-balik, saya juga kemarin ketemu PM China, minta tambahan kelapa sawit 500 ribu ton tapi harganya tidak menarik, jangan dipikir pemerintah tidak mengerti problem makro Sumatera, masalah makro Jambi," kata Jokowi.

Penurunan harga komoditas itu juga diakibatkan produksi CPO Indonesia terlalu besar. Indonesia, menurut Jokowi, punya lahan sawit 13 juta hektare, produksi 42 juta ton per tahun.

"Bayangkan itu 10 juta truk, banyak sekali begitu ada problem ekonomi global kita juga terimbas. Padahal harga manggis tinggi sekali, sedangkan semuanya menanam sawit, hal-hal seperti ini yang harus kita bangun," tambah Jokowi.

Jokowi pun mengucapkan terima kasih atas semangat dan militansi warga di Jambi terhadap pasangan capres-cawapresi Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Terima kasih atas semangat dan militansinya. Saya melihat, di sini militansinya yang paling tinggi, saya lihat betul, kalau Pak Ketua memberikan (kemenangan) 70 (persen), ya kita lihat saja pada Januari berapa, saya juga tadi lihat ke 'mal', 'feeling' saya ya tinggi, tapi tergantung bapak, ibu dan saudara sekalian," jelas Jokowi.

Hasil sejumlah lembaga survei menunjukkan bahwa memang pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin masih memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Lembaga survei Median merilis survei soal elektabilitas pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Hasilnya, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul 47,7 persen, Prabowo-Sandiaga 35,5 persen dengan undecided votters: 16,8 persen.

Survei dilakukan pada 4-16 November 2018 terhadap 1.200 responden yang memiliki hak pilih dengan margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom